Besok Pengumuman Hasil Tes CPNS dan P3K Tahap I, Bupati Asmat: Seluruh Tenaga Honorer Akan Diangkat Secara Bertahap

Foto: Para CPNS dan CP3K Tahap I Kabupaten Asmat saat mendengarkan arahan Bupati Asmat Thomas Eppe Safanpo di lapangan Yos Sudarso Agats.

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Jefry. 

ASMAT, PAPUA SELATAN – Pemda Asmat akan segera mengumumkan hasil tes Calon Pegawai Negeri Swasta (CPNS) formasi Tahun 2024 dan Calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (CP3K) Tahap I. Pengumuman rencananya ditempel besok, Kamis (28/8/2025) di dua tempat yakni lapangan Yos Sudarso Agats dan Kantor BKPSDM Kabupaten Asmat, Papua Selatan.

Bupati Asmat, Thomas Eppe Safanpo dalam arahannya kepada para peserta Calon PNS dan Calon P3K Tahap I di lapangan Yos Sudarso Agats, Rabu (27/8/2025) mengatakan bahwa total CPNS yang dinyatakan lulus seleksi sebanyak 206 (83 %) : OAP 198 (76%) dan Umum 17 (7%). Sementara total alokasi formasi sebanyak 248 (100%) : OAP 198 (80%) dan Umum 50 (20%).

“Peserta yang kemudian dinyatakan lulus adalah 206. Yang lain dinyatakan tidak lulus,” ujar Bupati Asmat.

Untuk yang tidak lulus, Bupati Thomas meminta agar tidak berkecil hati karena masih ada pelaksanaan seleksi CPNS Tahun 2025 yang rencananya akan dilaksanakan usai finalisasi CPNS dan P3K tahun 2024 ini. Ia mengatakan bahwa pihaknya pemerintah daerah saat ini menunggu informasi dari pusat untuk pelaksanaan Tes CPNS Tahun 2025.

“Ini akan diumumkan besok, tetapi jangan berkecil hati karena kita masih tunggu informasinya, bahwa tahun ini akan ada Tes CPNS,” kata Bupati.

Sementara itu, terkait CP3K Tahap I, Thomas menerangkan jumlah formasi yang tersedia sebanyak 180; terdiri dari Tenaga Guru 100 formasi, Tenaga Kesehatan 50 formasi, sisanya Tenaga Teknis sebanyak 30 formasi.
Untuk Tenaga Guru, berdasarkan hasil tes, Bupati mengatakan sebanyak 93 dinyatakan lulus untuk mengisi 100 formasi tersebut. Dengan demikian 7 formasi lainnya belum terisi. Untuk Tenaga Kesehatan, terdapat 19 formasi belum terisi, artinya sebanyak 31 yang lulus seleksi untuk mengisi 50 kuota Guru yang tersedia. Sedangkan 30 formasi pada Tenaga Teknis, hanya 1 formasi yang masih kosong atau belum terisi. Itu artinya sebanyak 29 dinyatakan lulus untuk mengisi 30 kuota yang tersedia.

Matan Wakil Bupati Asmat dua periode ini pun menegaskan bahwa untuk tenaga honorer yang tidak lulus akan tetap diupayakan untuk diangkat menjadi P3K sesuai kemampuan keuangan daerah. Hal itu terkait hal kebijakan dan arahan Kemeterian PAN RB dan Kementerian Dalam Negeri untuk penyelesaian tenaga honorer di seluruh Indonesia.

“Untuk P3K yang tidak lulus juga jangan berkecil hati karena pemerintah sudah putuskan bahwa seluruh tenaga honorer akan diangkat jadi P3K secara bertahap,” tandasnya.

Sementara terkait formasi kosong yang belum terisi, Bupati Asmat mengatakan bahwa pihaknya akan mengupayakan agar dapat terisi berdasarkan mekanisme pengaturan yang ada.**

Pos terkait