Kepala SDN 3 Tiuh Memon Disorot, Wali Murid Minta Dinas Pendidikan dan Inspektorat Turun Tangan

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Ansori. 

TANGGAMUS, LAMPUNG – Polemik di lingkungan SDN 3 Tiuh Memon, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus, semakin mencuat. Kepala sekolah berinisial YS kini menjadi sorotan setelah sejumlah wali murid dan guru mengeluhkan sikap kepemimpinannya yang dinilai arogan serta diduga kerap melontarkan ucapan tidak pantas di lingkungan sekolah.

Keluhan tersebut disampaikan beberapa wali murid kepada awak media. Mereka menilai selama YS menjabat sebagai kepala sekolah, tidak ada perkembangan signifikan terhadap kemajuan sekolah, baik dari sisi fasilitas maupun kenyamanan lingkungan belajar.

“Sudah lama kami merasa kecewa. Untuk kebutuhan sederhana seperti perlengkapan olahraga saja sulit direalisasikan. Guru-guru juga banyak yang merasa tidak nyaman,” ungkap salah satu wali murid yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Tidak hanya itu, kondisi lingkungan sekolah juga menjadi sorotan. Lahan kosong di area sekolah disebut lebih dimanfaatkan untuk kepentingan berkebun pisang dibanding penataan lingkungan pendidikan yang lebih representatif bagi siswa.

“Sekolah itu tempat belajar anak-anak, seharusnya lingkungan dibuat nyaman dan mendukung pendidikan, bukan malah seperti kebun,” ujar sumber lainnya.

Situasi tersebut disebut memicu keresahan di kalangan wali murid maupun tenaga pendidik. Mereka khawatir kondisi internal sekolah berdampak pada kenyamanan dan kualitas belajar siswa.

Menanggapi tudingan tersebut, Kepala SDN 3 Tiuh Memon, YS, membantah semua tuduhan yang diarahkan kepadanya 8/5/2026 Ia menilai informasi yang beredar hanyalah upaya untuk menjatuhkan nama baik dirinya.

“Itu tidak benar. Semua itu hanya omongan yang menyudutkan dan menjelek-jelekkan saya,” tegas YS saat dikonfirmasi.

Meski demikian, desakan agar pemerintah turun tangan terus menguat. Wali murid meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Tanggamus segera melakukan pemeriksaan langsung terhadap kondisi sekolah dan mengevaluasi kepemimpinan kepala sekolah tersebut.

Selain itu, mereka juga mendesak Inspektorat Kabupaten Tanggamus melakukan audit penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) guna memastikan anggaran benar-benar digunakan untuk kebutuhan pendidikan dan pembangunan sekolah, bukan kepentingan lain.

“Kami hanya ingin sekolah ini maju dan anak-anak mendapat lingkungan pendidikan yang baik,” tutup salah seorang wali murid.**

Pos terkait