RS Bhayangkara Tk. I Pusdokkes Polri Terima Kunjungan Kedutaan Besar Inggris, Perkuat Kerja Sama Forensik Internasional

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Irpan Sofyan. 

JAKARTA – Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat I Pusdokkes Polri menerima kunjungan resmi dari perwakilan Kedutaan Besar Inggris di Jakarta, Jumat (10/10/2025). Kunjungan ini bertujuan memperkuat komunikasi dan menjalin kerja sama antara institusi forensik Indonesia dengan pihak Koroner Inggris, khususnya dalam penanganan jenazah warga negara Inggris yang akan direpatriasi ke negara asalnya.

Delegasi dari Kedubes Inggris dipimpin oleh Poonam Jandu, selaku Coroner Liaison Officer, didampingi Falma Kemalasari selaku Vice Consul dan Gilang Ahmad Rizki sebagai Pro-Consul British Embassy Jakarta. Rombongan diterima langsung oleh Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Tk. I Pusdokkes Polri, Brigjen Pol. dr. Prima Heru Yulihartono, M.Kes., M.H., beserta jajaran pejabat utama dan tim Instalasi Kedokteran Forensik.

Kunjungan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan pemahaman bersama mengenai prosedur layanan forensik di Indonesia, serta mendiskusikan praktik terbaik dalam penanganan jenazah warga negara asing (WNA), khususnya yang berkaitan dengan proses repatriasi ke Inggris dan kasus hukum yang menyertai kematian.

“Kami sangat menyambut baik kunjungan dari Kedutaan Besar Inggris ini. Komunikasi yang efektif dan kerja sama yang erat sangat diperlukan untuk memastikan seluruh proses forensik dapat berjalan secara profesional, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku di kedua negara,” ujar Brigjen Pol. dr. Prima Heru dalam sambutannya.

Pihak Kedutaan Besar Inggris menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat serta kesempatan berdiskusi langsung dengan tim forensik RS Bhayangkara. Mereka menggarisbawahi pentingnya membangun sinergi lintas negara untuk memastikan penanganan jenazah dan kasus kemanusiaan dilakukan secara sensitif, cepat, dan sesuai prosedur internasional.

“Pertemuan ini sangat penting untuk memperkuat koordinasi antara otoritas Inggris dan Indonesia, terutama dalam hal penanganan jenazah dan investigasi medis yang menyertainya. Kami sangat menghargai keterbukaan dan profesionalisme dari pihak RS Bhayangkara,” ujar Poonam Jandu.

Dalam pertemuan tersebut juga dibahas kemungkinan kerja sama lebih lanjut, termasuk pelatihan bersama, pertukaran informasi, dan penyusunan protokol kerja bersama antara lembaga forensik Indonesia dan otoritas koroner Inggris. Tujuannya adalah menyamakan persepsi dalam proses hukum, perlakuan jenazah, serta penghormatan terhadap hak-hak keluarga korban.

Kegiatan ini mencerminkan komitmen RS Bhayangkara Tk. I Pusdokkes Polri sebagai institusi kesehatan dan forensik yang terbuka terhadap kolaborasi internasional, khususnya dalam konteks penegakan hukum, pelayanan kemanusiaan, dan perlindungan WNA yang menjadi bagian dari tanggung jawab bersama.**

Pos terkait