Laporan wartawan sorotnews.co.id : S.Ranex/Red.
BURU, MALUKU – Mengawali rangkaian kunjungan kerja selama tiga hari di Provinsi Maluku, Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung progres pembangunan Bendungan Way Apu yang berstatus Proyek Strategis Nasional (PSN), Selasa (14/10/2025).
Bendungan ini terletak di Kabupaten Buru dan menjadi salah satu proyek vital dalam mendukung ketahanan pangan dan energi nasional.
Dalam kunjungan tersebut, Wapres Gibran menegaskan pentingnya percepatan penyelesaian proyek strategis ini agar dapat segera memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekitar, khususnya para petani, nelayan, dan pelaku usaha lokal.
“Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, bendungan ini harus diselesaikan tepat waktu dan segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Ini bukan hanya soal infrastruktur, tapi soal kesejahteraan rakyat dan keberlanjutan pembangunan daerah,” tegas Wapres Gibran di lokasi proyek.
Bendungan Way Apu dirancang untuk mengairi kurang lebih 10.000 hektare lahan pertanian, menyediakan pasokan air bersih bagi warga, serta mengurangi potensi banjir di wilayah sekitarnya. Selain itu, bendungan ini juga akan dilengkapi dengan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) berkapasitas 8 megawatt sebagai sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan.
Lebih dari itu, proyek ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi baru di Pulau Buru dan sekitarnya, membuka lapangan kerja, serta memperkuat posisi Provinsi Maluku dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Wapres juga meninjau langsung sejumlah fasilitas penunjang bendungan dan berdialog singkat dengan para pekerja serta masyarakat yang turut mendukung kelancaran proyek. Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat dalam memastikan keberhasilan proyek ini.
Kunjungan kerja Wapres Gibran ke Maluku akan berlangsung hingga Kamis (16/10), dengan agenda lain yang mencakup pertemuan dengan tokoh masyarakat, peninjauan proyek strategis lainnya, serta mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di kawasan timur Indonesia.**








