Mengawasi Aparatur Negara dan Informasi Publik

PTDI dan Bapanas Dorong Konsumsi Pangan Sehat Berbasis Sorgum Melalui Program B2SA Goes to School

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Agus Arya. 

BANDUNG, JABAR — PT Dirgantara Indonesia (PTDI) bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) terus memperkuat komitmen dalam peningkatan kualitas konsumsi pangan masyarakat melalui Program Sosialisasi dan Edukasi Konsumsi Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA). Kegiatan ini menyasar 721 siswa SD dan SMP di lingkungan perusahaan dengan memperkenalkan produk pangan berbasis sorgum sebagai alternatif pangan sehat.

Program B2SA merupakan inisiatif nasional yang dikoordinasikan Direktorat Penganekaragaman Konsumsi Pangan Bapanas, yang bertujuan menanamkan kesadaran sejak dini mengenai pentingnya konsumsi pangan yang beragam dan aman, termasuk di kalangan pelajar.

Acara yang berlangsung di Auditorium BJ Habibie, Gedung PKSN PTDI Bandung, turut dihadiri Direktur Produksi PTDI Dena Hendriana; Direktur Diversifikasi Konsumsi Pangan Bapanas Rinna Syawal; Ketua Pengurus Sorghum Center Indonesia dan Paguyuban Pasundan Wisnu Cahyadi; perwakilan Yayasan Adhya Garini Lanud Husein Sastranegara Ista Robi; serta sejumlah perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Jawa Barat.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut implementasi Nota Kesepahaman (MoU) antara PTDI dan Bapanas yang ditandatangani pada Agustus 2024 terkait Sinergi Peningkatan Ketahanan Pangan dan Energi Baru Terbarukan Berbasis Sorgum. Melalui MoU tersebut, kedua pihak sepakat memperluas edukasi pangan B2SA, mendampingi peningkatan kualitas konsumsi pangan masyarakat, serta memperkuat pengembangan kapasitas produksi pangan alternatif di Indonesia.

Kolaborasi ini sekaligus mendorong pemanfaatan sorgum sebagai komoditas lokal bernutrisi tinggi, serta mengenalkan generasi muda pada pangan alternatif yang mendukung diversifikasi konsumsi dan ketahanan pangan nasional.

“Rasa kenyang tidak selalu datang dari nasi. Hari ini kami memperkenalkan sorgum sebagai makanan alternatif yang dapat menjadi pengganti nasi. Konsep B2SA menggantikan pemahaman lama ‘4 Sehat 5 Sempurna’ dengan pendekatan gizi yang lebih akurat dan komprehensif,” ujar Rinna Syawal, Direktur Diversifikasi Konsumsi Pangan Bapanas.

Sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PTDI terus mempromosikan pemanfaatan sorgum melalui dukungan teknis dan pengembangan teknologi, termasuk penyediaan mesin pengolahan sorgum, pelatihan, dan pendampingan bagi petani serta UMKM.

Langkah tersebut bertujuan mempercepat terciptanya ekosistem pertanian sorgum yang inovatif, produktif, dan mandiri. Komitmen ini diperkuat melalui pendirian Sorghum Center pada 2023 bersama Universitas Pasundan (Unpas), yang berfungsi sebagai pusat penelitian, pendidikan, serta hilirisasi komoditas sorgum.

Pada Oktober 2025, PTDI bersama Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distanhorti) Jawa Barat juga menggelar Tanam Sorgum Bersama di UPTD Balai Benih Padi dan Palawija Plumbon, Cirebon, sebagai upaya memperluas budidaya sorgum di wilayah Jawa Barat melalui pendekatan kolaboratif pentahelix.

“Sorghum Center merupakan komitmen PTDI untuk mendorong diversifikasi pangan dan memperkuat kemandirian petani. Sorgum memiliki potensi besar sebagai komoditas alternatif nasional. Melalui B2SA Goes to School, kami bangga dapat mengenalkan sorgum kepada generasi muda sebagai pangan sehat pengganti beras,” ungkap Dena Hendriana, Direktur Produksi PTDI.

Sinergi PTDI dan Bapanas dalam mempromosikan konsumsi pangan berbasis sorgum tidak hanya memberikan peningkatan literasi pangan di kalangan siswa, tetapi juga menciptakan manfaat jangka panjang melalui: penguatan diversifikasi pangan nasional, peningkatan ketahanan pangan di tengah tantangan perubahan iklim, perluasan kapasitas industrialisasi sorgum dari hulu hingga hilir, dan pemberdayaan petani lokal serta UMKM.

Kolaborasi ini diharapkan mampu membangun ekosistem pangan yang lebih tangguh, mandiri, dan berkelanjutan, sekaligus berkontribusi nyata bagi pembangunan sosial-ekonomi masyarakat dan kemandirian pangan Indonesia.**