Laporan wartawan sorotnews.co.id : Toni.
PEKALONGAN, JATENG – Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Dudy Purwagandhi, meninjau langsung kondisi jalur kereta api di rute Stasiun Pekalongan–Sragi yang kembali terendam banjir. Peninjauan ini dilakukan sebagai bagian dari evaluasi angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) sekaligus persiapan menghadapi angkutan Lebaran mendatang.
Dalam keterangannya kepada wartawan, Menhub menyebut masih terdapat beberapa titik jalur rel yang tergenang air dengan ketinggian cukup signifikan. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah, mengingat intensitas dan luasan banjir tahun ini dinilai lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Siang ini kita melihat langsung beberapa titik jalur kereta api yang tergenang. Ini menjadi bahan evaluasi pelaksanaan Nataru kemarin dan juga persiapan kita menghadapi Lebaran,” ujar Dudy, Rabu (21/1/2026).
Menhub menjelaskan, PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah dan akan mengambil sejumlah langkah strategis, baik jangka pendek maupun jangka panjang, untuk mengantisipasi gangguan perjalanan kereta akibat banjir. Langkah-langkah teknis tersebut nantinya akan disampaikan secara rinci oleh direksi PT KAI.
“Tentunya kita harus memikirkan bagaimana mengatasi banjir ini, tidak hanya untuk jangka pendek, tetapi juga jangka panjang. Karena kondisi banjir saat ini relatif lebih besar dibandingkan sebelumnya,” katanya.
Dudy menegaskan, penanganan persoalan banjir di jalur kereta api tidak dapat dilakukan oleh PT KAI secara mandiri. Diperlukan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah provinsi, hingga kementerian dan lembaga terkait, khususnya yang berkaitan dengan tata lingkungan dan pengelolaan sungai.
“Ini tidak mungkin dilakukan KAI sendirian. Ada keterkaitan dengan pemda, pemda kota, pemerintah provinsi, hingga instansi lain terkait permasalahan lingkungan dan sungai,” jelasnya.
Menanggapi masih adanya keterlambatan perjalanan kereta api, Menhub menyampaikan bahwa faktor utama disebabkan oleh pembatasan kecepatan di sejumlah titik yang masih tergenang air. Pembatasan ini diberlakukan demi menjamin keselamatan perjalanan kereta api.
“Ada keterlambatan karena pembatasan kecepatan. Beberapa jalur masih tergenang cukup tinggi, sehingga demi keselamatan, kecepatan kereta dikurangi. Ini berdampak pada On Time Performance (OTP),” terangnya.
Terkait target normalisasi perjalanan, Menhub berharap proses perbaikan dapat dilakukan secepat mungkin, dengan catatan kondisi cuaca mendukung dan curah hujan tidak kembali meningkat.
“Kita akan lakukan secepatnya. Pelayanan kepada masyarakat adalah yang utama, namun keselamatan perjalanan kereta api tetap menjadi prioritas,” tegasnya.
Sementara itu, mengenai titik-titik rawan bencana secara nasional, Menhub mengungkapkan bahwa PT KAI telah memetakan sejumlah lokasi rawan. Namun, kejadian banjir di Pekalongan menjadi bahan evaluasi baru, karena sebelumnya wilayah tersebut tidak masuk dalam kategori rawan yang diantisipasi.
“Kita perlu evaluasi kembali titik-titik yang sebelumnya tidak diantisipasi, agar ke depan bisa kita antisipasi dengan lebih baik,” sebut Menhub.**








