Laporan wartawan sorotnews.co.id : Agus Minardi.
MUNA, SULTRA – Penetapan Duta Pariwisata Kabupaten Muna Tahun 2025/2026 menuai kontroversi dan mendapat sorotan dari sejumlah elemen masyarakat. Proses pemilihan dinilai tidak transparan dan menimbulkan pertanyaan terkait objektivitas serta kriteria yang digunakan oleh panitia dan pihak terkait.
Sejumlah warga menyampaikan kekecewaannya terhadap proses penetapan tersebut. Salah seorang warga yang juga merupakan orang tua dari anak berprestasi di bidang modeling menyebutkan bahwa mekanisme pemilihan terkesan tidak jelas.
“Prosesnya terkesan ngawur, tidak jelas apa saja kriteria penilaiannya,” ujarnya kepada Sorotnews.co.id.
Kritik serupa juga disampaikan warga lainnya yang mempertanyakan dasar pertimbangan penetapan Duta Pariwisata Kabupaten Muna, khususnya jika dibandingkan dengan rekam jejak prestasi para kandidat.
Warga menyoroti dua nama yang sebelumnya pernah bersaing dalam ajang pemilihan Duta Pariwisata tingkat provinsi yang digelar di Kendari, yakni Wa Ode Syakira Koradjakino dan Sheira Putri Maharani. Dalam ajang tersebut, Wa Ode Syakira Koradjakino diketahui berhasil meraih prestasi dengan terpilih sebagai utusan Sulawesi Tenggara pada ajang Duta Pariwisata Remaja tingkat nasional yang diselenggarakan di Jakarta.
“Namun yang menjadi pertanyaan kami, justru Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Muna, Masrul, menetapkan Sheira Putri Maharani sebagai Duta Pariwisata Kabupaten Muna. Ini menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat,” ungkap salah seorang warga.
Pertanyaan terkait dasar penetapan tersebut terus bergulir dan menjadi perbincangan di tengah masyarakat Kabupaten Muna. Warga berharap pemerintah daerah, khususnya Dinas Pariwisata, dapat memberikan penjelasan secara terbuka agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan.
“Kami ingin penetapan dilakukan secara terbuka dan objektif, supaya masyarakat tahu siapa yang benar-benar layak menjadi Duta Pariwisata,” tambah warga lainnya.
Masyarakat Kabupaten Muna juga berharap ke depan pemerintah daerah dapat lebih memperhatikan proses seleksi dan memastikan bahwa duta pariwisata yang dipilih benar-benar mampu merepresentasikan potensi daerah.
“Kami ingin Duta Pariwisata Muna yang mampu mempromosikan pariwisata daerah dengan baik dan meningkatkan citra Kabupaten Muna,” kata seorang warga.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Muna belum memberikan pernyataan resmi terkait polemik dan kritik masyarakat atas penetapan Duta Pariwisata Kabupaten Muna Tahun 2025/2026 tersebut.**








