Laporan wartawan sorotnews.co.id : Agus Arya.
BALI – Percepatan transformasi digital nasional mendorong penguatan infrastruktur penyiaran sebagai fondasi pemerataan akses informasi publik. Di Provinsi Bali, tantangan geografis berupa kontur pegunungan dan topografi wilayah yang beragam masih menjadi kendala dalam menghadirkan kualitas siaran televisi yang merata dan stabil bagi seluruh masyarakat.
Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menggandeng SCALA by Metranet, platform digital milik anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), sebagai digitalization partner dalam menghadirkan solusi penyiaran televisi digital berbasis Single Frequency Network (SFN) melalui pemanfaatan Turyapada Tower.
Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya strategis Pemprov Bali dalam memperkuat infrastruktur digital daerah guna mendukung pemerataan akses informasi publik dan peningkatan kualitas layanan penyiaran televisi digital.
Melalui implementasi teknologi SFN, sistem pemancar dirancang untuk mengoptimalkan cakupan siaran dalam satu frekuensi terpadu. Dengan teknologi tersebut, kualitas gambar dan suara siaran televisi dapat diterima secara konsisten di berbagai wilayah, termasuk daerah dengan kondisi geografis yang menantang.
Direktur Bisnis Metranet, Faisal Yusuf, menyampaikan bahwa kehadiran SCALA di Bali merupakan wujud komitmen dalam menghadirkan solusi digital yang adaptif terhadap karakteristik wilayah dan kebutuhan masyarakat.
“SCALA berupaya menghadirkan solusi digital yang selaras dengan karakteristik wilayah dan kebutuhan masyarakat. Implementasi penyiaran TV digital di Bali diharapkan dapat memperkuat layanan informasi publik sekaligus mendorong transformasi daerah secara berkelanjutan,” ujar Faisal Yusuf.
Turyapada Tower sendiri telah diresmikan langsung oleh Gubernur Bali, Wayan Koster, dengan melibatkan empat penyelenggara multipleksing nasional. Infrastruktur tersebut dirancang untuk menghadirkan hingga 30 kanal televisi digital sebagai bagian dari upaya memastikan kesetaraan akses informasi bagi seluruh masyarakat Bali.
“Pada tahap awal, telah terdapat 10 kanal stasiun televisi yang memanfaatkan pemancar Turyapada Tower. Ke depan, jumlah ini akan bertambah hingga 30 stasiun televisi,” kata Wayan Koster.
Ia menjelaskan bahwa keberadaan Turyapada Tower merupakan bagian dari agenda strategis Pemerintah Provinsi Bali dalam mewujudkan Bali sebagai Pulau Digital. Infrastruktur ini diharapkan menjadi simpul integrasi teknologi untuk mendukung layanan publik, meningkatkan literasi digital, serta mengembangkan ekosistem inovasi daerah.
Senada dengan itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Bali, Gede Pramana, menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi penyiaran digital memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Turyapada Tower tidak hanya memperluas jangkauan siaran televisi digital, tetapi juga mendukung pemerataan informasi, peningkatan literasi digital, serta penguatan ekosistem digital di Bali,” jelas Gede Pramana.
Melalui pemanfaatan teknologi digital ini, masyarakat Bali kini dapat menikmati layanan televisi berkualitas tinggi hanya dengan menggunakan televisi digital atau set top box, tanpa biaya berlangganan. Hal tersebut menjadi bagian dari peningkatan kualitas layanan publik berbasis teknologi yang inklusif dan berkelanjutan.
Dengan beroperasinya Turyapada Tower, Provinsi Bali semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu daerah pelopor dalam adopsi infrastruktur digital terintegrasi di Indonesia. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan mitra teknologi seperti SCALA by Metranet menjadi contoh sinergi strategis dalam menghadirkan layanan publik digital yang merata dan berkelanjutan.
Ke depan, SCALA menyatakan akan terus mendukung inisiatif pemerintah daerah di berbagai wilayah Indonesia dalam menghadirkan solusi televisi digital, guna mendorong pemerataan akses informasi, konektivitas, dan percepatan transformasi digital nasional.**







