Viral Warganet Tertipu BPKB Palsu, Polisi Imbau Masyarakat Teliti Sebelum Beli Kendaraan Bekas

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Sugeng Tri.

SURABAYA, JATIM – Kasus dugaan penipuan dalam transaksi jual beli kendaraan bekas kembali menjadi perhatian publik setelah sejumlah warganet mengaku mengalami kerugian akibat dokumen kendaraan palsu, khususnya Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB). Peristiwa tersebut ramai diperbincangkan di media sosial dan menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih teliti sebelum melakukan transaksi.

Bacaan Lainnya

Secara hukum, BPKB merupakan bukti sah kepemilikan kendaraan bermotor. Tanpa dokumen asli, pembeli berisiko menghadapi berbagai persoalan, mulai dari kesulitan proses balik nama, kendaraan tidak dapat dijual kembali, hingga potensi masalah hukum apabila kendaraan ternyata terkait tindak pidana.

IPDA Nova, Pamin Paur Samsat Surabaya Selatan yang berlokasi di Jalan Jetis Seraten, Kecamatan Gayungan, Kota Surabaya, menegaskan pentingnya verifikasi dokumen sebelum transaksi dilakukan.

“BPKB adalah dokumen legal kepemilikan kendaraan. Masyarakat harus benar-benar memastikan keasliannya sebelum melakukan pembayaran agar tidak dirugikan di kemudian hari,” ujarnya kepada jurnalis Sorotnews di Surabaya.

Ia menambahkan, masyarakat perlu berhati-hati terutama saat membeli kendaraan dari penjual perorangan atau melalui platform jual beli daring yang tidak memiliki sistem verifikasi ketat.

Berikut sejumlah langkah yang dapat dilakukan untuk meminimalkan risiko mendapatkan BPKB palsu:

1. Perhatikan sampul BPKB
BPKB asli memiliki kualitas cetakan rapi dan tampak sedikit mengkilap saat terkena cahaya.

2. Cek hologram resmi Korlantas Polri
Hologram pada BPKB asli terlihat jelas, tidak buram, serta memunculkan efek warna tertentu jika dilihat dari sudut berbeda.

3. Raba tekstur lambang Korlantas
Pada halaman tertentu terdapat lambang dengan efek timbul (emboss). Dokumen palsu umumnya terasa rata tanpa tekstur.

4. Cocokkan nomor rangka dan nomor mesin
Pastikan data pada BPKB identik dengan nomor rangka dan mesin kendaraan. Ketidaksesuaian sekecil apa pun patut dicurigai.

5. Verifikasi melalui aplikasi atau layanan e-Samsat
Pemeriksaan digital melalui layanan resmi Samsat dapat membantu memastikan kesesuaian data kendaraan.

6. Datangi kantor Samsat untuk pengecekan langsung
Langkah paling aman adalah meminta verifikasi langsung kepada petugas berwenang guna memastikan keaslian dokumen.

IPDA Nova menjelaskan, penggunaan BPKB palsu dapat menimbulkan berbagai konsekuensi serius, antara lain: Tidak dapat melakukan balik nama kepemilikan. Nilai jual kendaraan turun drastis. Potensi kendaraan terkait tindak kejahatan. Kesulitan dalam pengurusan pajak dan administrasi resmi.

Tips Aman Membeli Kendaraan Bekas, Untuk menghindari kerugian, masyarakat disarankan:

1. Tidak mudah tergiur harga yang jauh di bawah pasaran.

2. Melakukan transaksi secara langsung dan transparan.

3. Memastikan seluruh dokumen kendaraan dalam kondisi asli.

4. Tidak melakukan pembayaran sebelum dokumen diverifikasi.

5. Mempertimbangkan pembelian melalui showroom atau dealer terpercaya.

Menurut IPDA Nova, ketelitian menjadi kunci utama dalam transaksi kendaraan bekas.

“Pastikan seluruh dokumen diverifikasi terlebih dahulu. Jangan ragu untuk meminta pengecekan ke Samsat agar masyarakat bisa bertransaksi dengan aman dan tenang,” pungkasnya.

Kasus viral ini menjadi pengingat bahwa memastikan keaslian BPKB bukan sekadar persoalan administrasi, melainkan bentuk perlindungan terhadap aset dan keamanan hukum pemilik kendaraan di masa mendatang.**

Pos terkait