Pengerjaan Bendungan dan Saluran Irigasi Wae Rewu oleh PT. Adhi Karya Mulai Berjalan, Masyarakat Memberi Apresiasi

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Marselin SK. 

MANGGARAI, NTT – Pengerjaan Bendungan Wae Rewuk, di  kampung Singkul, Desa Nggalak, Kecamatan Reok Barat,  Kabupaten Manggarai, Provinsi NTT, sedang berlangsung.

Bacaan Lainnya

Proyek APBN yang bernilai sekitar 25 Miliar ini dikerjakan oleh PT.Adhi Karya dengan jangka waktu pelaksanaan selama 90 hari kerja.

Masyarakat Desa Nggalak memberi apresiasi atas kebijakan yang diberikan oleh pemerintahan Presiden Prabowo yang telah mengalokasikan anggaran begitu besar.

“Bagi kami ini merupakan berkat yang patut disyukuri, karena dengan dibangunnya bendungan sekaligus saluran irigasi ini memberi dampak positif bagi kami serta anak cucu,” katanya.

“Beberapa tahun lalu kami membuka lahan percetakan sawa, namun kerjanya musiman. Namun  dengan dibangunnya bendungan dan saluran irigasi ini kami bisa kerja dua-tiga kali dalam setahun,” jelasnya.

“Kami mengharapkan agar pengerjaan bendungan dan saluran irigasi ini cepat selesai dan berkualitas bagus sehingga nanti bisa bertahan lama,” harapnya.

“Kami juga memberia Apresiai kepada pihak BBWS NTT yang selalu aktif memberi dukung dan perhatian atas pelaksanaan pekerjaan ini,” ungkapnya.

Semoga dengan perhatian yang diberikan oleh pihak pemerintah dalam hal ini BBWS NTT bisa menambah semangat bagi pihak PT. Adhi Karya sebagai pelaksana.

Pantauan Sorotnews dilokasi pada 25 Februari 2025,  pekerjaan bendungan dan saluran irigasi ini sudah mulai dikerjakan.

Pihak PT. Adhi Karya mengalami kesulitan dalam pendropingan material ke lokasi. Kondisi cuaca yang kurang bersahabat membuat jalan masuk menuju lokasi becek dan sulit dilewati kendaraan roda empat .

Namun PT.Adhi Karya tidak kehilangan ide cemerlang, mereka melakukan pendropingan material Dengan menggunakan alat berat(eksa) Karena dengan cara itu saja material bisa dibawa kelokasi.

Namun beberapa hari terakhir eksa pun mengalami kesulitan masuk kelokasi Karena jalan yang berlumpur akibat hujan yang terus turun. Sehingga mereka tidak dapat melakukan aktivitas yang semestinya.

Pihak PT. Adhi Karya yang berhasil dihubungi media ini diketahui bernama Binuri menyampaikan harapannya agar cuaca lekas membaik.

“Kami mengalami kesulitan dalam pendropingan material beberapa hari terakhir itu Karena cuaca buruk. Jalan masuk kelokasi berlumpur,” ungkapnya.

Dengan melihat kondisi di lokasi yang dirasa berat untuk jalan akses ke lokasi, pihak PT. Adhi Karya menyiasati dengan membuka trase jalan akses baru yang lebih landai dari segi kemiringan sehingga memudahkan Truck pengangkut material bisa lewat menuju stock material area.

“Kita akan berupaya semaksimal mungkin untuk kelancaran pekerjaan Bendungan dan irigasi Wae Rewuk ini. Semoga semuanya berjalan lancar tuturnya pula,” benernya.

Untuk diketahui Kampung Singkul sendiri dijuluki “Kampung 100 sungai”, karena begitu banyak sumber mata air yang ada dikampung ini. Hal ini juga yang membuat air selalu menggenangi jalan yang dirintis PT. Adhi Karya.**

Pos terkait