Laporan wartawan sorotnews.co.id : Sugeng Tri.
SURABAYA, JATIM – Aktivitas Pasar Kedurus, Kecamatan Karangpilang, Surabaya, kembali menjadi sorotan. Salah satu pedagang ikan basah di pasar tradisional tersebut viral di kalangan warga karena dikenal menjual ikan segar dengan harga terjangkau.
Berdasarkan penelusuran wartawan Sorotnews, pasar yang berdiri sejak 1998 itu menempati lahan milik Pemerintah Kota Surabaya dan dikelola oleh Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Kedurus. Pasar Kedurus merupakan relokasi dari kawasan perempatan lampu merah Jalan Mastrip Kedurus, sebelum akhirnya dipindahkan ke dalam area perkampungan yang berdekatan dengan Perumahan Gunungsari Indah.
Pasar ini beroperasi setiap hari mulai pukul 05.00 hingga 10.00 WIB. Meski hanya buka pada pagi hari, aktivitas jual beli terpantau ramai, terutama warga yang berburu kebutuhan dapur dan bahan makanan segar.
Salah satu yang mencuri perhatian adalah lapak ikan basah milik Nur Hasanah, warga Kedurus yang berasal dari Bangkalan, Madura. Ia telah berjualan di Pasar Kedurus selama kurang lebih 15 tahun.
Nur Hasanah dikenal ramah dan komunikatif terhadap pelanggan. Selain itu, kualitas ikan yang dijual disebut-sebut segar karena didatangkan setiap hari. Berbagai jenis ikan laut dan ikan air tawar tersedia di lapaknya, seperti bandeng, cumi-cumi, gurame, ikan pari (pe), tuna, hingga barakuda.
Menurut sejumlah pembeli, harga yang ditawarkan relatif standar bahkan cenderung lebih murah dibandingkan beberapa pasar lain di luar kawasan tersebut.
Keunikan lain yang menjadi daya tarik adalah sistem pembayaran yang cukup modern untuk ukuran pasar tradisional. Selain menerima pembayaran tunai, Nur Hasanah juga melayani transaksi melalui transfer bank dan QRIS, sehingga memudahkan pelanggan yang tidak membawa uang tunai.
Kehadiran pedagang ikan basah yang konsisten menjaga kualitas dan pelayanan tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat Pasar Kedurus tetap diminati warga, sekaligus menunjukkan bahwa pasar tradisional mampu beradaptasi dengan perkembangan sistem pembayaran digital.**








