Viral, Sepanduk Misterius Berisi Tudingan Kepala Sekolah Kerap Rusak Rumah Tangga Orang, Dindik Kota Pekalongan Turun Tangan

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Udin. 

KOTA PEKALONGAN, JATENG – Warga Kota Pekalongan dibuat geger dengan kemunculan sebuah sepanduk bernada hujatan yang tiba‐tiba terpampang di gerbang SD Kalibaros, Kecamatan Pekalongan Timur. Sepanduk berwarna dasar kuning dengan tulisan merah dan hitam itu memuat tudingan terhadap seorang oknum kepala sekolah yang disebut merusak rumah tangga orang lain dan diminta untuk dicopot dari jabatannya.

Bacaan Lainnya

Isi sepanduk itu pun langsung menyebar luas di media sosial sekaligus mengundang tanda tanya soal motif dan siapa pemasangnya. Berikut bunyi tulisan yang termuat di sepanduk tersebut. ‘Bermodal tampan berbadan atletis, oknum kepala sekolah sering merusak, rumah tangga orang lain. Dikeloni dan diutangi duite, kasihan anak-anak korban selingkuhane menjadi anak broken home. Turunkan kepala sekolah bermental bobrok’.

Alimin (53), warga yang tinggal di dekat area sekolah, mengaku tidak ada satu pun warga sekitar yang mengetahui momen pemasangan sepanduk tersebut.

“Jadi memang sama sekali nggak ada yang tahu. Lingkungan sini memang sepi kalau akhir pekan,” ujar Alimin, Senin (17/11/2025).

Ia mengatakan pada Sabtu sebelumnya sekolah masih ada kegiatan hingga sore, sementara hari Minggu di sekitar lokasi juga ada warga yang menyiapkan hajatan. Namun, menurutnya tidak ada yang melihat aktivitas mencurigakan di depan sekolah.

“Saya saja tahunya tadi pagi sekitar jam 10 dari pak bon. Baru lihat dari foto yang beredar di Instagram. Aneh, tiba-tiba sudah ada fotonya viral,” jelasnya.

Alimin juga menambahkan bahwa dirinya tidak bisa memastikan kapan sepanduk itu dipasang. Karena memang baru terlihat warga pada Senin Pagi.

Viralnya foto sepanduk tersebut membuat Dinas Pendidikan Kota Pekalongan bergerak cepat. Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Mabruri, menyebut sepanduk itu sangat misterius.

“Dinas menerima laporan masyarakat dan unggahan di media sosial. Kami langsung cek ke lokasi, meminta keterangan pihak sekolah, dan ternyata tidak ada satu pun warga sekolah yang tahu,” ujarnya.

Menurut Mabruri, bahkan penjaga sekolah yang datang paling pagi pun memastikan tidak melihat sepanduk tersebut terpasang.

“Sepanduk itu tidak ada di tempat saat kami datang. Tidak tahu kapan dipasang, kapan dilepas. Tiba-tiba sudah beredar fotonya,” tegasnya.

Pihak Dinas kemudian menggelar diskusi bersama unsur sekolah, kelurahan, dan Babinsa untuk merespons situasi ini, mengingat isu yang diangkat sangat sensitif karena menyangkut masalah pribadi..

Mabruri menegaskan, apabila memang ada pihak yang merasa tidak puas dengan kinerja kepala sekolah, langkah yang benar adalah melapor secara resmi ke Dinas Pendidikan.

“Jadi jangan memasang sepanduk di fasilitas pemerintah. Kontennya sensitif dan tidak jelas legalitasnya,” ujarnya.

Dinas juga sudah berkoordinasi dengan BKPSDM untuk mengantisipasi jika nantinya muncul laporan resmi terkait kepala sekolah yang disebut dalam sepanduk tersebut.

“Kami terbuka menerima informasi apa pun. Kalau ada permasalahan pribadi, silakan disampaikan melalui mekanisme yang elegan. Tidak berharap konten di sepanduk itu benar terjadi,” tegasnya.

Mabruri menambahkan, warga sekitar yang rumahnya memiliki CCTV pun tidak dapat membantu banyak karena kamera tidak mengarah ke gerbang sekolah.

Hingga kini, pemasang sepanduk misterius itu belum terungkap. Dinas Pendidikan bersama pihak kelurahan dan masyarakat masih menunggu informasi lanjutan untuk mengusut asal usul sepanduk bernada tudingan tersebut.

“Kita pasang telinga. Jika ada perkembangan, akan segera ditindaklanjuti,” tutup Mabruri.**

Pos terkait