Laporan wartawan sorotnews,co.id : S.Ranex/Red.
JAKARTA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan surat belasungkawa atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei yang meninggal dunia akibat serangan militer pada akhir Februari 2026. Surat duka tersebut ditujukan kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian sebagai bentuk empati dan solidaritas dari pemerintah serta rakyat Indonesia.
Surat resmi tersebut disampaikan melalui Menteri Luar Negeri RI Sugiono yang menyerahkannya langsung kepada Duta Besar Iran untuk Indonesia di Jakarta.
Langkah tersebut dilakukan menjelang rangkaian prosesi pemakaman kenegaraan Ayatollah Ali Khamenei yang dijadwalkan berlangsung di kota suci Mashhad, salah satu pusat keagamaan terbesar di Iran. Kota tersebut juga dikenal sebagai kota terbesar kedua di Iran dan memiliki nilai historis serta spiritual penting bagi masyarakat Muslim Syiah.
Dalam suratnya, Presiden Prabowo menyampaikan rasa duka cita mendalam atas wafatnya pemimpin spiritual dan politik Iran tersebut. Pemerintah Indonesia juga menyampaikan simpati kepada pemerintah serta rakyat Iran yang tengah berduka atas kehilangan tokoh penting yang telah memimpin Republik Islam Iran selama lebih dari tiga dekade.
Sebagaimana diketahui, pemerintah Iran mengonfirmasi bahwa Ayatollah Ali Khamenei meninggal dunia setelah serangan udara yang menargetkan sejumlah fasilitas dan pejabat tinggi Iran pada 28 Februari 2026. Peristiwa tersebut memicu ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah serta meningkatkan perhatian dunia internasional terhadap stabilitas kawasan.
Prosesi penghormatan terakhir terhadap mendiang pemimpin Iran itu berlangsung dalam rangkaian upacara kenegaraan yang digelar di Teheran sebelum pemakaman dilaksanakan di Mashhad. Pemerintah Iran juga menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari sebagai bentuk penghormatan terhadap pemimpin yang memimpin negara tersebut sejak 1989.
Penyampaian surat duka oleh Presiden Prabowo menjadi bagian dari diplomasi kemanusiaan Indonesia sekaligus mencerminkan hubungan bilateral yang selama ini terjalin antara Indonesia dan Iran. Pemerintah Indonesia juga menegaskan komitmennya untuk terus mendorong stabilitas, perdamaian, serta dialog di kawasan Timur Tengah di tengah meningkatnya dinamika geopolitik global.**








