Laporan wartawan sorotnew.co.id : Agus Arya.
JAKARTA – Komandan Pusat Polisi Militer TNI, Yusri Nuryanto, mewakili Panglima TNI Agus Subiyanto, secara resmi membuka Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Polisi Militer TNI Tahun Anggaran 2026. Kegiatan tersebut digelar di Aula Gatot Subroto, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (7/4/2026).
Rakornis tahun ini mengusung tema “POM TNI Siap Mewujudkan TNI PRIMA Menuju Indonesia Maju dan Berdaulat”, sebagai wujud komitmen peningkatan profesionalisme dan kesiapan aparat Polisi Militer dalam menghadapi dinamika tugas yang semakin kompleks.
Dalam amanat Panglima TNI yang dibacakan Danpuspom TNI, ditegaskan bahwa Polisi Militer TNI memiliki peran strategis dalam menjaga penegakan hukum dan ketertiban di lingkungan TNI. Peran tersebut meliputi fungsi penyelidikan, pengamanan, penyidikan, hingga pengaturan lalu lintas militer, yang secara langsung mendukung kesiapan dan profesionalitas prajurit.
Panglima TNI juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas dan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi ancaman yang kian berkembang dan multidimensi. Menurutnya, tren kejahatan yang semakin kompleks menuntut aparat untuk terus mengasah kemampuan serta memperkuat sinergi antar satuan.
“Dalam menyikapi tren kejahatan yang multi dimensi dan terus meningkat, kita harus terus mempertajam kemampuan dan memperkuat sinergitas,” demikian amanat Panglima TNI.
Lebih lanjut, Panglima TNI mengingatkan seluruh jajaran POM TNI untuk tetap waspada terhadap potensi upaya adu domba, serta terus meningkatkan kinerja dengan menjunjung tinggi disiplin dan dedikasi. Ia juga menekankan pentingnya penegakan hukum yang tegas namun tetap mengedepankan profesionalitas tanpa arogansi.
Selain itu, komunikasi dan koordinasi dengan POM masing-masing angkatan juga harus diperkuat guna mengoptimalkan pelaksanaan tugas di lapangan.
Rakornis POM TNI TA 2026 yang berlangsung tersebut turut menjadi momentum strategis dalam menyatukan visi, meningkatkan profesionalisme, serta memperkuat sinergi antar satuan di lingkungan Tentara Nasional Indonesia.
Kegiatan secara resmi ditutup oleh Danpuspom TNI, dengan harapan seluruh hasil koordinasi dapat diimplementasikan secara optimal dalam menghadapi tantangan tugas ke depan yang semakin kompleks dan dinamis.**








