Tamalaki (Pencipta Lagu Osu Labaga) Mendukung Penuh Pelestarian Budaya Tolaki Lewat Musik

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Tim. 

KENDARI, SULTRA – Di tengah arus deras invasi budaya asing yang memengaruhi selera musik generasi muda, upaya pelestarian budaya lokal terus dilakukan oleh para pegiat seni di Sulawesi Tenggara. Langkah konkret ini ditunjukkan melalui perilisan ulang lagu daerah Tolaki populer, Osu Labaga, oleh grup musik D’Asmaraloka dengan sentuhan aransemen yang lebih kekinian.

Pencipta asli lagu Osu Labaga, Jaya Tamalaki, yang juga merupakan budayawan senior Tolaki, memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi tersebut. Ia mendukung penuh langkah grup musik D’Asmaraloka dalam mengemas ulang karya tersebut agar lebih relevan dengan selera musik kaum milenial dan Gen Z.

“Saya sangat mengapresiasi dan mendukung karya ini. Harapannya, dengan aransemen yang lebih modern, lagu daerah kita bisa lebih mudah diterima oleh generasi muda,” ujar Jaya Tamalaki.

Lebih lanjut, Jaya Tamalaki menitipkan pesan moral kepada para generasi penerus agar terus menumbuhkan kecintaan terhadap warisan leluhur. Menurutnya, ekspektasi melalui seni musik adalah salah satu cara paling efektif untuk menjaga eksistensi budaya suku Tolaki agar tidak tergerus zaman.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum Amba Sultra, Stenly Diover, yang berperan sebagai produser dalam proyek lagu ini, menegaskan komitmen organisasinya dalam memajukan kebudayaan daerah. Ia berkomitmen untuk terus konsisten melestarikan dan mempromosikan nilai-nilai budaya “4 Pilar Bumi Anoa”, yang salah satunya berfokus pada kekayaan budaya suku Tolaki.

“Kami akan terus konsisten dalam melestarikan budaya di Sulawesi Tenggara melalui karya musik. Proyek Osu Labaga ini adalah bagian dari komitmen kami untuk memastikan identitas budaya lokal tetap hidup dan dikenal luas oleh generasi masa kini,” pungkas Stenly.

Kehadiran versi baru dari lagu Osu Labaga ini diharapkan tidak hanya menjadi hiburan semata, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda Sulawesi Tenggara untuk bangga dan terus menjaga identitas budaya mereka di panggung musik nasional maupun global.**

Pos terkait