Laporan wartawan sorotnews.co.id : Agus Minardi.
MUNA, SULTRA – Mengemban mandat dari Pemerintah Daerah Kabupaten Muna, Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN) Kabupaten Muna menggandeng Komunitas Pemerhati Budaya Warisan Suku Muna (KAMBAWUNA) untuk ikut memeriahkan Festival HUT Sulawesi Tenggara (Sultra) ke-62 tanggal 24-27 April 2026.
Ketua MAKN Muna, La Ode Riago, SH mengatakan keterlibatan dalam festival ini merupakan bentuk komitmen melestarikan adat dan budaya Wuna di level provinsi. Pihaknya mendapat mandat resmi dari Pemda Muna untuk menampilkan kekayaan budaya Muna di ajang HUT Sultra yang dipusatkan di Kota Kendari.
“Kami dipercaya Pemda untuk membawa nama Muna. Agar lebih meriah dan otentik, MAKN menggandeng KAMBAWUNA sebagai komunitas anak muda yang aktif merawat tradisi. Kolaborasi tua-muda ini penting supaya budaya tidak punah,” ujarnya saat ditemui, Rabu (17/4).
Dalam festival yang akan digelar 24-27 April 2026 itu, MAKN bersama KAMBAWUNA berperan penuh saat Pawai Budaya dan akan menampilkan sejumlah atraksi budaya khas Muna. Selain kirab barisan Kerajaan & barisan Pemda, juga ditampilkan tarian dan atraksi lainnya yang belum pernah ditampilkan pada pawai-pawai budaya lainnya yang tiap tahun diikuti Kerajaan Muna di beberapa kesempatan. Secara umum di Festival HUT Sultra tahun ini juga terdapat beberapa penampilan diantaranya Tari Linda, Tari Lariangi, musik tradisional gambus dan gong, serta pameran tenun masalili dan kerajinan bambu Wuna di stand Kabupaten Muna.
Ketua KAMBAWUNA, Adi Munardi Kuti, S.Kom mengaku bangga dilibatkan MAKN dalam event sebesar HUT Sultra. Menurutnya, ini ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan bahwa budaya Muna tetap hidup dan relevan.
“Di usia 62 tahun ini, Sultra sudah sangat dewasa. PR kita sekarang adalah memastikan budaya tidak ditinggal generasi muda. Karena itu, kami berterima kasih kepada Pemda Muna, lewat MAKN Muna sudah memberi kepercayaan dan ruang kepada kami untuk tampil di Festival HUT Sultra.” Kata ketua KAMBAWUNA.
“Sultra Maju, Sejahtera, dan Berbudaya bukan cuma slogan. Tugas kita semua, terutama anak muda, untuk buktikan. Kambawuna siap kolaborasi dengan siapa saja dengan organisasi mana saja, demi Sultra yang berakar pada adat budaya, namun tetap melangkah maju.” Sambungnya
Adi Munardi menitipkan pesan bagi seluruh masyarakat di Sultra “Pembangunan boleh digenjot, tapi adat dan budaya harus terpelihara. Jangan lupa pulang kampung untuk bangun daerah. Dirgahayu Sultra ke-62,” tutup Ketua KAMBAWUNA.**








