Laporan wartawan sorotnews.co.id : Agus Arya.
JAKARTA – BNI kembali mengingatkan seluruh nasabah agar tidak membagikan data sensitif kepada pihak mana pun seiring meningkatnya berbagai modus penipuan digital yang menyasar pengguna layanan perbankan, khususnya kanal digital BNIdirect.
Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo menegaskan, perseroan tidak pernah meminta informasi rahasia nasabah dalam kondisi apa pun. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap pihak yang mengatasnamakan bank.
“Kami mengingatkan nasabah agar tidak pernah membagikan data sensitif kepada pihak mana pun, termasuk yang mengatasnamakan BNI, karena hal tersebut merupakan bagian dari modus kejahatan digital,” ujar Okki dalam keterangan tertulis, Jumat (8/5/2026).
BNI menjelaskan sejumlah data penting yang wajib dijaga kerahasiaannya, antara lain kata sandi (password), ID perusahaan, alamat email, PIN, kode OTP, hingga kode hard token maupun soft token. Informasi tersebut tidak boleh dibagikan melalui kanal apa pun, baik telepon, SMS, email, maupun media sosial.
Selain itu, BNI menegaskan pihaknya tidak pernah meminta ID pengguna BNIdirect, tidak mengirimkan tautan melalui pesan singkat atau aplikasi percakapan untuk kepentingan verifikasi, serta tidak meminta nasabah mengunduh aplikasi tertentu dengan dalih bantuan layanan.
Aplikasi remote desktop seperti TeamViewer maupun AnyDesk juga disebut kerap dimanfaatkan pelaku kejahatan digital untuk memperoleh akses terhadap perangkat dan akun nasabah.
Menurut BNI, praktik tersebut merupakan ciri umum penipuan digital yang menggunakan metode rekayasa sosial atau social engineering untuk mencuri informasi dan mengambil alih akses rekening nasabah. Apabila menemukan indikasi tersebut, nasabah diminta tidak menindaklanjuti permintaan apa pun dan segera melakukan verifikasi melalui kanal resmi BNI.
Sebagai langkah pencegahan, BNI mengimbau masyarakat agar tidak mengklik tautan dari sumber yang tidak dikenal, tidak menginstal aplikasi dari pihak yang tidak jelas, serta menghindari mencari solusi perbankan melalui mesin pencari, khususnya terkait masalah lupa kata sandi.
Nasabah disarankan menggunakan fitur resmi pada halaman login BNIdirect untuk melakukan pengaturan ulang atau reset kata sandi secara mandiri guna menghindari risiko penyalahgunaan data.
Informasi lebih lanjut terkait layanan dan keamanan transaksi dapat diakses melalui situs resmi BNI.
Melalui edukasi berkelanjutan tersebut, BNI berharap masyarakat semakin memahami pola kejahatan digital dan mampu melindungi data pribadi secara mandiri, sehingga keamanan transaksi perbankan tetap terjaga dan kepercayaan terhadap layanan digital terus meningkat.**








