Laporan wartawan sorotnews.co.id : Toni.
KOTA PEKALONGAN, JATENG – Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Tegal berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Pekalongan menggelar operasi pasar sembako murah di Lapangan Mataram.
Operasi pasar sembako murah menjadi salah satu upaya pemerintah melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk menurunkan angka inflasi.
Kepala KPw BI Tegal Taufik Amrozy mengungkapkan sebanyak 500 paket sembako senilai Rp 63 ribu disediakan bagi masyarakat.
“Satu paket berisi 5 kilo beras premium, satu kilo gula pasir dan satu liter minyak goreng,” kata Taufik Amrozy di Lapangan Mataram, Jum’at (25/11/2022).
Taufik menyebut operasi pasar sembako murah yang terus digenjot cukup efektif menurunkan angka inflasi di daerah dan ini berkat kerjasama beberapa pihak dengan TPID.
Ia pun minta masyarakat untuk mengurangi perilaku panic buying yang bisa menjadi pemicu naiknya inflasi di daerah demikian juga kehadiran pemerintah diharapkan membantu kesulitan masyarakat.
Dengan kondisi saling menjaga diharapkan ekspektasi inflasi bisa diredam agar tidak terlalu tinggi karena secara year on year mulai terlihat turun cukup signifikan
“Di Oktober inflasi tercatat 7,18 persen lalu di November turun menjadi 6,63 persen,” ungkap Taufik.
Sementara itu Wakil Walikota Pekalongan Salahudin memuji penyelenggaraan operasi pasar murah sembako karena selain bertujuan untuk mengurangi inflasi juga membantu masyarakat.
Menurut dia, upaya pemerintah bersama sejumlah pihak seperti BI, TPID, Bulog dan lainya dalam rangka menyetabilkan harga kebutuhan pokok bisa efektif.
“Dan kami berharap para pedagang tidak memanfaatkan kesulitan ekonomi yang sedang dihadapi masyarakat,” pungkasnya.








