Laporan wartawan sorotnews.co.id : Slamet.
PEKALONGAN, JATENG – Keluarga dari Abdullah (33) salah satu pelaku pengeroyokan terhadap pelaku pencurian rokok di sebuah warung Desa Ngalian, Kacamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan pada November 2021 lalu, berharap ada proses hukum yang adil sehingga tidak terkesan hanya ada satu tersangka tunggal dalam kasus tersebut.
“Suami saya ditahan sendirian, padahal banyak yang ikut mengeroyok, mengapa yang lain tidak,” ucap Ismi Nadhifah (26) menahan tangis saat ditemui, Senin (20/2/2023).
Ismi mengatakan suaminya baru ditangkap 9 Januari 2023 lalu dan sudah 40 hari ditahan karena ikut memukul korban padahal saksi menyaksikan banyak warga yang terlibat.
Ia mengaku tidak mempermasalahkan kalau suaminya dihukum karena terbukti ikut memukul namun yang disesalkan pelaku lainnya tidak ikut ditangkap atau ditetapkan sebagai tersangka.
“Saya memohon keadilan bagi suami saya karena pada saat memukul bukan hanya dia sendiri,” ujarnya.
Adapun saksi mata yang dihadirkan keluarga Abdullah mengungkapkan peristiwa aksi masa terjadi pada 14 November 2021 lalu.
Saksi mengaku berada di lokasi saat kejadian berlangsung bahkan turut menyaksikan sendiri urutan peristiwa mulai dari jalan hingga pencuri dibawa masuk balaidesa.
“Saya melihat sendiri korban masih hidup, masih bisa minum dan merokok,” tutur saksi yang mengaku bersedia mengungkap identitasnya bila sudah dipanggil sebagai saksi di hadapan penyidik maupun pengadilan.
Ia pun membenarkan bahwa Abdullah sempat memukul korban saat dibawa menuju balaidesa dan peristiwa selanjutnya yang bersangkutan tidak mengetahui karena tidak ikut masuk.
Dirinya mengaku siap bila dipanggil sebagai saksi bila diperlukan karena sejak awal kejadian tidak merasa tidak ada pemanggilan oleh pihak manapun.
“Jadi yang jelas saat korban berada di ruang balaidesa . Abdullah tidak berada di dalam,” kata saksi menjelaskan.
Sementara itu Kades Ngaliyan, Muhammad Said menolak berkomentar banyak dengan alasan kasus tersebut sudah ada yang menangani.
“Sudah ditangani Polisi. Jadi saya tidak bisa memberikan keterangan lebih, nanti takut salah,” katanya. Bersambung…








