Laporan wartawan sorotnews.co.id : Toni.
KOTA PEKALONGAN, JATENG – Sebanyak 92 balon udara berbagai jenis dan ukuran diterbangkan dalam Festival Balon Udara Tambat 2023 yang berlangsung di Stadion Hoegeng, Kota Pekalongan.
Festival Balon Udara Tambat tersebut menjadi upaya Pemerintah Kota Pekalongan menurunkan jumlah penerbangan balon liar selama lebaran hingga syawalan yang kerap mengganggu rute pesawat terbang.
Walikota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid mengungkapkan jumlah balon udara liar yang diterbangkan masyarakat masih cukup banyak terutama saat syawalan.
“Informasinya sudah ada 70 balon mengudara dan kita sudah kerap melakukan razia dengan menyita balon maupun petasan,” ujar Aaf, panggilan karib walikota, Sabtu (29/4/2023).
Untuk mempertegas larangan pihaknya bersama DPRD setempat berencana menerbitkan peraturan daerah tentang larangan penerbangan balon udara liar.
Di kesempatan yang sama General Manager AirNav Semarang, Iwan Muhammad mengungkapkan jumlah laporan pilot di wilayah udara Kota Pekalongan saat lebaran tahun ini tercatat hanya 3 laporan, jumlah tersebut menurun dibanding lebaran sebelumnya mencapai 15 laporan pilot.
“Secara nasional jumlah pilot report pada lebaran 2023 sebanyak 20 laporan dan satu pilot report penerbangan luar negeri,” ungkapnya.
Akibatnya, lanjut dia, sempat terjadi pengalihan rute penerbangan sejauh 80 kilometer pada tanggal 26 April 2023 yang lalu.
“Untuk itu kami berharap insiden tersebut tidak menjadi laporan internasional berkaitan dengan keamanan penerbangan yang bisa mencoreng nama Indonesia,” katanya.











