Mengawasi Aparatur Negara dan Informasi Publik

Tiga Bulan Diperpanjang Hingga Probolinggo, Pengguna Commuter Line Supas Naik Signifikan

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Agus Arya. 

SURABAYA, JATIM – Memasuki bulan ketiga sejak perpanjangan operasional empat perjalanan Commuter Line Supas hingga Stasiun Probolinggo pada 1 Maret 2026, KAI Commuter mencatat tren pertumbuhan pengguna yang signifikan. Selain berdampak pada peningkatan volume penumpang, layanan ini juga dinilai memberi efek positif terhadap perekonomian masyarakat di wilayah sekitar.

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda mengatakan, kehadiran Commuter Line Supas sebagai moda transportasi terintegrasi kini menjadi pilihan utama masyarakat, khususnya untuk mobilitas antarwilayah di Jawa Timur, terutama Kabupaten Probolinggo.

“Kehadiran layanan Commuter Line Supas sebagai moda transportasi yang terintegrasi kini menjadi pilihan utama masyarakat. Integrasi layanan hingga Probolinggo telah meningkatkan aksesibilitas masyarakat secara signifikan,” ujar Karina.

Menurutnya, berdasarkan data KAI Commuter, rata-rata volume pengguna harian selama periode Maret–April 2026 mengalami peningkatan dibandingkan periode sebelum perpanjangan layanan pada Januari–Februari 2026.

“Kami melihat antusiasme yang sangat besar dari masyarakat Probolinggo dan sekitarnya. Jika dibandingkan dengan rata-rata pengguna harian pada Januari dan Februari, angka rata-rata harian pada Maret dan April mengalami kenaikan antara 26 hingga 55 persen,” tambahnya.

Sebelum layanan diperpanjang hingga Probolinggo, rata-rata pengguna harian Commuter Line Supas pada periode Januari–Februari 2026 tercatat sebagai berikut:

KA 453 relasi Surabaya–Pasuruan, keberangkatan pukul 02.20 WIB sebanyak 147 pengguna per hari.

KA 459 relasi Surabaya–Pasuruan, keberangkatan pukul 18.45 WIB sebanyak 919 pengguna per hari.

KA 454 relasi Pasuruan–Surabaya, keberangkatan pukul 04.30 WIB sebanyak 710 pengguna per hari.

KA 460 relasi Pasuruan–Surabaya, keberangkatan pukul 21.20 WIB sebanyak 269 pengguna per hari.

Setelah layanan diperpanjang hingga Stasiun Probolinggo, rata-rata volume pengguna mengalami kenaikan cukup signifikan, yakni:

KA 453 keberangkatan Surabaya pukul 01.50 WIB meningkat menjadi 233 pengguna per hari atau naik 59 persen.

KA 459 keberangkatan pukul 18.10 WIB meningkat menjadi 1.183 pengguna per hari atau naik 29 persen.

KA 454 keberangkatan Probolinggo pukul 04.10 WIB meningkat menjadi 895 pengguna per hari atau naik 26 persen.

KA 460 keberangkatan pukul 21.22 WIB meningkat menjadi 418 pengguna per hari atau naik 55 persen.

Karina juga menjelaskan, aktivitas penumpang di Stasiun Probolinggo menunjukkan pertumbuhan yang cukup tinggi, baik pada hari kerja maupun akhir pekan.

“Saat ini rata-rata pengguna di Stasiun Probolinggo mencapai 312 orang naik dan 293 orang turun pada hari kerja. Sementara pada akhir pekan, tercatat 696 orang naik dan 480 orang turun,” jelasnya.

Selain meningkatkan mobilitas masyarakat, keberadaan Commuter Line Supas juga dinilai memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Probolinggo, aktivitas ekonomi di sekitar kawasan stasiun mengalami penguatan, khususnya pada sektor perdagangan, jasa, dan pelaku UMKM lokal.

Kemudahan akses transportasi dinilai mampu memperlancar distribusi barang dan mobilitas pelaku usaha, sehingga berkontribusi pada peningkatan produktivitas masyarakat. Selain itu, integrasi moda transportasi tersebut turut mendukung sektor pariwisata karena mempermudah wisatawan menjangkau berbagai titik transportasi strategis di wilayah Probolinggo.

KAI Commuter memastikan akan terus menjaga kualitas layanan, ketepatan waktu, serta keamanan perjalanan bagi seluruh pengguna jasa.

“Kami mengapresiasi kepercayaan masyarakat dan akan terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah serta instansi terkait untuk memastikan layanan Commuter Line Supas terus memberikan manfaat nyata bagi m pertumbuhan ekonomi Probolinggo,” tutup Karina.**