Laporan wartawan sorotnews.co.id : Endi Tarwadi.
LOMBOK UTARA, NTB – Asosiasi Pedagang Asongan (APA) Kabupaten Lombok Utara kembali menunjukkan kepedulian sosialnya terhadap masyarakat sekitar, khususnya anak-anak yatim, dengan menggelar kegiatan Santunan Anak Yatim se-Lombok Utara pada Senin, (3/11/2025).
Kegiatan sosial ini dilaksanakan secara simbolis di sekretariat APA KLU yang berlokasi di kediaman Dewan Pembina APA KLU, Artadi (ARD). Dalam kesempatan tersebut, Artadi secara langsung menyerahkan santunan kepada perwakilan anak yatim yang hadir, yang selanjutnya akan disalurkan melalui masing-masing Koordinator Kecamatan (Korcam) APA KLU di seluruh wilayah Lombok Utara.
Dewan Pembina APA KLU, Artadi, menyampaikan bahwa kegiatan santunan ini merupakan bentuk nyata kepedulian dan solidaritas sosial para pedagang asongan yang tergabung dalam asosiasi, meskipun sebagian besar anggotanya hidup dengan keterbatasan ekonomi.
“Kami ingin menunjukkan bahwa keterbatasan tidak menjadi alasan untuk berhenti berbagi. Para pedagang asongan di Lombok Utara memiliki semangat gotong royong dan solidaritas yang tinggi untuk membantu sesama, khususnya anak-anak yatim yang membutuhkan perhatian,” ujar Artadi.
Ia menambahkan bahwa santunan tersebut tidak hanya bersifat materi, namun juga menjadi simbol kepedulian dan persaudaraan yang mempererat hubungan antaranggota APA dan masyarakat luas.
Menurut panitia, bantuan santunan akan disalurkan secara merata dan terstruktur melalui para Korcam di setiap kecamatan di Lombok Utara, guna memastikan seluruh anak yatim di wilayah tersebut dapat menerima manfaat dari kegiatan sosial ini.
Program ini juga menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan APA KLU dalam menjalankan peran sosialnya. Sebelumnya, asosiasi ini aktif dalam berbagai kegiatan sosial seperti penggalangan donasi untuk korban bencana alam, santunan fakir miskin, dan program kemasyarakatan lainnya.
Dalam kesempatan yang sama, Artadi juga memberikan dorongan dan motivasi kepada seluruh anggota APA KLU agar lebih fokus dan mandiri dalam mengembangkan usaha.
“Saya ingin APA KLU ke depan tidak hanya menjadi wadah sosial, tapi juga wadah pemberdayaan ekonomi. Kita harus fokus pada satu bidang yang bisa dikembangkan secara serius hingga menghasilkan, agar para anggota bisa mandiri dan berdaya saing,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa dirinya selaku pembina tidak hanya memberikan teori atau arahan, tetapi juga akan memberikan dukungan nyata melalui program-program khusus untuk mendorong kemandirian ekonomi para anggota APA.
“Saya berjanji akan menghadirkan program nyata agar APA KLU bisa berkembang dari yang semula ‘tidak punya apa-apa menjadi punya apa-apa’. Ini langkah kecil menuju perubahan besar,” ujarnya optimistis.
Kegiatan santunan ini disambut antusias oleh para anggota APA dan masyarakat sekitar. Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut secara rutin sebagai wujud nyata kepedulian sosial komunitas pedagang asongan terhadap sesama.
“Semoga kegiatan ini bisa menginspirasi komunitas lain untuk terus berbagi dan berbuat baik bagi masyarakat,” ujar salah satu anggota APA yang hadir.
Dengan semangat kebersamaan, solidaritas, dan kepedulian sosial, Asosiasi Pedagang Asongan Lombok Utara membuktikan bahwa kekuatan gotong royong dapat menjadi fondasi penting dalam membangun kesejahteraan masyarakat di daerah.**








