Belum Tersentuh Program RTLH, Rumah Warga Pekalongan Bertahan di Tengah Bocor dan Terpal

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Slamet. 

PEKALONGAN, JATENG – Memasuki awal tahun 2026, potret kemiskinan masih dirasakan oleh sebagian warga di Kabupaten Pekalongan. Salah satunya dialami oleh sebuah keluarga di Desa Randumuktiwaren, Kecamatan Bojong, yang hingga kini terpaksa bertahan hidup di rumah dengan kondisi tidak layak huni.

Kondisi memprihatinkan tersebut diungkapkan Edi, warga setempat, yang menilai bangunan rumah itu jauh dari standar keselamatan dan kesehatan. Rumah berdiri di atas lahan sempit dengan luas sekitar 5 x 7 meter. Dindingnya hanya menggunakan bahan GRC dan terpal, sementara atap genteng sudah mengalami kebocoran di sejumlah titik.

Saat hujan turun, air kerap masuk ke dalam rumah, baik dari atap maupun sisi bangunan. Akibatnya, lantai tanah di dalam rumah menjadi becek dan lembap, sehingga mengganggu kenyamanan sekaligus berpotensi membahayakan kesehatan penghuninya.

“Kalau hujan deras, air masuk dari atap dan juga dari samping rumah. Lantainya jadi becek semua,” ujar Edi.

Rumah tersebut dihuni oleh keluarga Jumadi, warga Dusun V, Desa Randumuktiwaren. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Jumadi bekerja sebagai petani kebun sekaligus buruh serabutan. Istrinya pun turut membantu ekonomi keluarga dengan bekerja sebagai buruh harian lepas. Di tengah keterbatasan ekonomi, mereka masih harus menanggung biaya pendidikan anaknya yang saat ini duduk di bangku SMP kelas I.

Menurut Edi, kondisi rumah tidak layak huni itu sudah berlangsung cukup lama. Hingga kini, bangunan tersebut belum tersentuh bantuan dari program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Penggunaan material seadanya sebagai dinding dan pagar membuat rumah tersebut rawan roboh, terutama saat hujan deras disertai angin kencang.

Kondisi ini pun menimbulkan keprihatinan warga sekitar. Mereka berharap adanya perhatian serius dari pemerintah desa, kecamatan, hingga dinas terkait di Kabupaten Pekalongan. Selain itu, dukungan dari lembaga sosial juga diharapkan agar keluarga Jumadi dapat segera memiliki hunian yang lebih aman dan layak.

“Hingga sekarang belum ada bantuan yang masuk. Warga berharap ada perhatian dari pemerintah supaya keluarga itu bisa tinggal di rumah yang lebih aman dan layak,” tambah Edi.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Desa terkait rencana penanganan atau bantuan terhadap rumah tidak layak huni tersebut.**

Pos terkait