Laporan wartawan sorotnews.co.id : Udin.
BATANG, JATENG – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui Kantor Cabang Batang menggelar akad massal rumah subsidi selama sepekan di awal Agustus 2025. Program ini merupakan bagian dari upaya BRI mendukung akses hunian layak bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), sekaligus mendukung target nasional seribu rumah.
Kepala Cabang BRI Batang, Bambang Parulian, mengatakan sebanyak 35 nasabah mengikuti akad massal dalam sepekan pelaksanaan program tersebut. Sejak Januari hingga Juli 2025, BRI Batang telah menyalurkan pembiayaan untuk 250 unit rumah subsidi.
“Tahun ini kami menargetkan total 500 unit rumah subsidi dapat terealisasi. Hari ini saja ada 11 nasabah dari lima developer yang telah masuk dalam daftar akad,” ujar Bambang, Selasa (5/8/2025).
BRI Batang juga mengimplementasikan sistem layanan satu atap untuk mempermudah proses pengajuan kredit pemilikan rumah subsidi. Menurut Bambang, proses pencairan bisa lebih cepat karena keputusan dapat langsung diambil di tingkat cabang.
“Kami selalu pastikan rumah yang dibiayai sudah jadi dan memiliki kualitas layak, sebagai bentuk perlindungan terhadap masyarakat dari risiko pengembang abal-abal,” tambahnya.
Arie Budi Prasetyo, Relationship Manager Konsumer BRI Batang, menyebutkan animo masyarakat Batang terhadap rumah subsidi cukup tinggi, terutama dari kalangan pekerja pabrik seperti Batang Apparel dan Sucorintex.
“Semua proses dari awal hingga analisa cukup ditangani oleh BRI, tanpa harus bolak-balik. Tim kami juga melakukan pengecekan langsung ke lokasi perumahan untuk memastikan kelayakan hunian,” jelas Arie.
Saat ini BRI Batang telah bekerja sama dengan 60 developer yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Batang. Rumah-rumah yang dibiayai dipastikan memenuhi ketentuan program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) maupun Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).
Salah satu nasabah, Agus Setiawan, warga Desa Jatisari, Kecamatan Subah, mengaku proses pembelian rumah pertamanya melalui BRI berlangsung cepat dan lancar.
“Langsung, tidak ada kesulitan. Saya malah tertarik untuk mengembangkan lagi. Di sini, masyarakat lebih percaya ke BRI dibanding bank lain,” ungkap Agus.
Dari sisi pengembang, Wahyu Indrayana, Project Manager PT Sumber Adil Makmur yang mengelola Perumahan Batang Residence, menilai kerja sama dengan BRI sangat membantu pemasaran unit rumah subsidi.
“Kalau syarat lengkap, prosesnya mudah. Tahun ini, akad paling banyak melalui BRI, sekitar 20-an unit. Pasarnya memang masih berkembang, tapi potensinya besar,” jelas Wahyu.
Dengan target 500 unit rumah subsidi untuk MBR hingga akhir tahun 2025, BRI Batang optimistis dapat terus memperkuat kontribusinya dalam sektor pembiayaan perumahan rakyat dan meningkatkan inklusi keuangan di wilayah Kabupaten Batang.**








