BRI Cabang Ruteng melalui Unit Pota Gelar Sosialisasi Kredit Mikro dan Edukasi Keamanan Perbankan

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Marselin SK. 

MANGGARAI TIMUR, NTT – Dalam rangka memperkuat literasi keuangan dan memperluas akses layanan perbankan, Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Ruteng melalui BRI Unit Pota menggelar kegiatan sosialisasi Kredit Mikro dan edukasi keamanan transaksi perbankan di dua desa wilayah Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur.

Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan pada Senin, 6 Oktober 2025 di Kantor Desa Nanga Mbaur dan berlanjut ke Kantor Desa Nampar Sepang pada Selasa (7/10/2025).

Sosialisasi yang dihadiri oleh para nasabah BRI, kepala desa, ketua BPD, perangkat desa, serta tokoh masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman menyeluruh terkait fasilitas kredit mikro, khususnya Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta memberikan edukasi mengenai keamanan bertransaksi di era digital.

Dua kepala desa dari Kecamatan Sambi Rampas menyambut baik kegiatan ini. Mereka menilai inisiatif BRI sangat membantu masyarakat, terutama dalam memberdayakan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), serta meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya penipuan digital.

“Sosialisasi seperti ini sangat penting bagi masyarakat kami, terutama untuk memahami akses permodalan yang aman dan legal melalui BRI. Edukasi keamanan transaksi juga sangat berguna untuk mencegah penipuan yang makin canggih saat ini,” ujar Kepala Desa Nampar Sepang dalam sambutannya.

Dalam paparannya, tim dari BRI Unit Pota menjelaskan bahwa Kredit Mikro dan KUR (Kredit Usaha Rakyat) merupakan solusi pembiayaan yang diberikan kepada individu, kelompok usaha, maupun badan usaha yang produktif namun belum memiliki agunan tambahan.

Disebutkan bahwa KUR adalah program prioritas pemerintah yang bertujuan memperkuat struktur ekonomi nasional berbasis kerakyatan. Proses pengajuan kredit di BRI pun mengedepankan prinsip kehati-hatian, dan setiap debitur diimbau untuk disiplin dalam pembayaran angsuran guna menjaga riwayat kredit yang baik di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Bagian penting dari kegiatan ini adalah edukasi keamanan transaksi perbankan, mengingat semakin maraknya kejahatan siber seperti pencurian data (phishing), penipuan undian palsu, hingga skimming ATM.

Tim BRI menyampaikan sejumlah langkah penting yang harus diperhatikan oleh nasabah, antara lain:

1. Gunakan aplikasi resmi seperti BRImo atau situs Internet Banking BRI.

2. Jangan pernah membagikan PIN, password, kode OTP, CVV, atau nomor kartu kepada siapa pun.

3. Hindari bertransaksi menggunakan Wi-Fi publik atau jaringan yang tidak aman.

4. Pastikan alamat situs resmi bank diawali dengan https:// dan terdapat ikon gembok.

5. Rutin mengganti password dengan kombinasi karakter yang kuat.

6. Waspadai perangkat skimming di ATM atau EDC.

7. Jangan klik tautan mencurigakan dari nomor/email tak dikenal.

8. Abaikan tawaran hadiah atau diskon tidak masuk akal.

9. Waspadai pesan yang mendesak atau memaksa.

Dikonfirmasi secara terpisah, Pimpinan BRI Cabang Ruteng, Akarius Armayadi P., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen BRI sebagai BUMN yang hadir untuk negeri, terutama dalam mempererat kemitraan dengan pemerintah desa serta masyarakat.

“Kami berharap melalui sosialisasi ini, masyarakat semakin mengenal produk dan layanan BRI serta tidak menjadi korban penipuan oleh pihak tidak bertanggung jawab. BRI ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat dan memberikan layanan yang aman, mudah, dan terpercaya,” ujar Akarius.

Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat di dua desa yang dikunjungi, dan diharapkan dapat menjadi agenda rutin untuk memperluas literasi keuangan hingga ke pelosok daerah.**

Pos terkait