Mengawasi Aparatur Negara dan Informasi Publik

Bulog Berangkatkan 709 Pemudik Gratis ke 15 Daerah, Dukung Kelancaran Arus Lebaran 2026

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Agus Arya. 

JAKARTA – Perum Bulog memberangkatkan sebanyak 709 peserta dalam program mudik gratis menggunakan 15 unit bus menuju 15 daerah tujuan di Indonesia. Program ini merupakan bagian dari upaya mendukung kelancaran angkutan Lebaran sekaligus menyediakan layanan transportasi yang aman dan terjangkau bagi masyarakat.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, program mudik gratis tersebut merupakan tindak lanjut dari inisiatif Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) dalam menghadirkan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau selama periode arus mudik Lebaran 2026.

“Sore hari ini Bulog melaksanakan pelepasan program mudik bersama sebagai bagian dari program yang diinisiasi BP BUMN,” ujar Rizal saat acara pelepasan di halaman Kantor Perum Bulog, Jakarta, Selasa.

Adapun rute tujuan mudik gratis tersebut mencakup sejumlah wilayah di Pulau Jawa dan Sumatra, yakni:

Jawa Tengah/DIY: Purwodadi, Purwokerto/Purbalingga, Cilacap, Wonosobo, Wonosari, Klaten, Semarang

Jawa Timur: Ngawi, Ponorogo, Malang

Sumatra: Metro (Lampung), Palembang

Dari total kuota 750 peserta yang disediakan, sebanyak 709 orang tercatat mengikuti program mudik gratis ini.

Rizal menjelaskan, program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi BUMN pangan tersebut dalam membantu masyarakat, khususnya kelompok ekonomi menengah ke bawah, agar dapat pulang ke kampung halaman tanpa terbebani biaya transportasi.

Ia menegaskan, penyelenggaraan Mudik Gratis BUMN 2026 dilaksanakan dengan mengacu pada prinsip tata kelola perusahaan yang baik melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang terintegrasi, terarah, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Menjelang Hari Raya Idulfitri, jutaan masyarakat Indonesia memiliki kerinduan yang sama, yaitu pulang ke kampung halaman untuk bertemu keluarga. Mudik bukan sekadar perjalanan, tetapi juga momentum mempererat silaturahmi,” kata Rizal.

Selain menyediakan transportasi gratis, Bulog juga memberikan berbagai perlengkapan perjalanan kepada para peserta, seperti kaos dan topi mudik, goodie bag, payung, travel kit, obat-obatan perjalanan, serta konsumsi berupa makanan ringan dan minuman berbuka puasa.

Menurut Rizal, program ini merupakan bagian dari implementasi TJSL Perum Bulog yang sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

Ia berharap, melalui program tersebut masyarakat dapat merasakan perjalanan mudik yang lebih aman, nyaman, dan menyenangkan sehingga dapat merayakan Idulfitri bersama keluarga di kampung halaman.

Peserta mudik gratis Bulog sendiri berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pegawai internal, masyarakat sekitar lingkungan Bulog, guru, mahasiswa, hingga kalangan pekerja.

Dalam kesempatan itu, Rizal juga menekankan pentingnya aspek keselamatan selama perjalanan. Ia mengimbau seluruh pengemudi bus untuk selalu menjaga kondisi fisik dan tidak memaksakan diri saat mengantuk.

“Pengemudi tidak boleh mengemudi dalam kondisi mengantuk. Jika lelah, harus berhenti dan dapat bergantian dengan sopir cadangan,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa program mudik gratis ini merupakan wujud kehadiran negara dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya dalam momen penting seperti Lebaran.

“Program ini diharapkan dapat memberikan keringanan bagi masyarakat, sehingga perjalanan mudik dapat berlangsung tepat waktu, aman, dan lancar hingga bisa berkumpul bersama keluarga di kampung halaman,” tutup Rizal.**