Laporan wartawan sorotnews.co.id : Agus Arya.
JAKARTA – Perum BULOG menggelar inspeksi mendadak (sidak) pasar secara serentak di seluruh Indonesia untuk memastikan ketersediaan stok dan kestabilan harga beras serta Minyakita selama periode Ramadhan dan Idulfitri 2026.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen BULOG dalam menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok pada momen Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan bahwa seluruh jajaran Kantor Wilayah dan Kantor Cabang BULOG telah diinstruksikan untuk memperketat pemantauan harga dan ketersediaan stok, baik di pasar rakyat maupun pasar induk di wilayah masing-masing.
“Kami menegaskan bahwa BULOG hadir langsung di lapangan guna memastikan distribusi berjalan lancar dan pasokan beras serta Minyakita tersedia dalam jumlah cukup. Kami memastikan stok nasional dalam kondisi aman, dan distribusi makin kami masifkan untuk mengantisipasi peningkatan permintaan selama Ramadhan dan Lebaran,” ujar Ahmad Rizal.
Sidak dilakukan oleh jajaran Kantor Wilayah dan Cabang BULOG dengan menyasar pasar tradisional hingga pasar induk. Selain memonitor perkembangan harga, petugas juga melakukan pengecekan kualitas produk, memastikan ketersediaan stok di tingkat pedagang, serta mengawasi kelancaran distribusi dari gudang hingga ke titik penjualan.
Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Rizal menegaskan bahwa kondisi Cadangan Beras Pemerintah (CBP) berada pada posisi yang sangat aman.
“Untuk beras, stok Cadangan Beras Pemerintah saat ini mencapai 3,5 juta ton. Jumlah ini dalam kondisi sangat aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Sementara untuk komoditas Minyakita, BULOG memastikan penyaluran dilakukan sesuai ketentuan pemerintah dengan mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Distribusi Minyakita kami lakukan dengan skema langsung dari gudang BULOG ke pasar guna meminimalisir rantai pasok dan menjaga keterjangkauan harga di tingkat konsumen,” tambahnya.
Menghadapi momentum Ramadhan dan Idulfitri 2026, BULOG juga memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, Satuan Tugas (Satgas) Pangan, serta instansi terkait lainnya. Koordinasi tersebut dilakukan untuk mencegah potensi spekulasi harga maupun praktik penimbunan barang yang dapat mengganggu stabilitas pasar.
Upaya ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus menciptakan kondisi pasar yang kondusif selama periode peningkatan konsumsi. BULOG menegaskan monitoring akan terus dilakukan secara berkala hingga pasca-Lebaran guna memastikan stabilitas harga dan pasokan tetap terjaga di seluruh wilayah Indonesia.
Melalui langkah proaktif tersebut, BULOG berkomitmen menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat serta mendukung terciptanya situasi pangan yang aman, stabil, dan terkendali menjelang dan setelah Idulfitri 2026.**








