Berkah Ramadan, UMKM Binaan PT Timah Tbk di Pangkalpinang Raup Lonjakan Omzet hingga 17 Kali Lipat

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Agus Arya. 

JAKARTA – Momentum Ramadan dan Idulfitri kembali membawa berkah bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya yang bergerak di sektor kuliner dan kebutuhan Lebaran. Dukungan permodalan dan pembinaan dari korporasi turut menjadi faktor penting dalam mendorong dapur usaha rumahan berkembang dan menjadi tumpuan ekonomi masyarakat daerah.

Bacaan Lainnya

Salah satu yang merasakan dampak positif tersebut adalah rumah produksi Zulaikhah Cake di Kecamatan Bukit Intan, Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Menjelang Lebaran, oven di rumah produksi ini hampir tak pernah berhenti memanggang untuk memenuhi pesanan kue kering dan kue basah yang dikirim ke berbagai kota di Indonesia.

Pemilik usaha, Zulaikhah (42), mengungkapkan bahwa Ramadan dan Idulfitri menjadi periode panen terbesar bagi usahanya. Pada musim Lebaran, ia mampu memproduksi sekitar 1,5 hingga 2 ton kue kering dengan melibatkan 20 hingga 30 pekerja. Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan hari biasa yang hanya mempekerjakan sekitar tujuh orang.

“Kalau omzet Lebaran meningkat sangat pesat dari kue kering dan kue basah. Peningkatannya bisa 17 kali lipat atau lebih dari 1.000 persen dari omzet bulanan kami yang biasa,” ujar Zulaikhah.

Usaha kue kering dan kue basah ini dirintis Zulaikhah sejak 2012 dengan modal awal Rp25 juta. Selama kurang lebih 14 tahun menjalankan bisnis, ia mengaku mengalami berbagai tantangan sebelum akhirnya mampu memperluas pasar dan meningkatkan kapasitas produksi.

Zulaikhah merupakan salah satu UMKM binaan PT Timah Tbk (TINS), anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID. Sejak bergabung dalam program pembinaan sekitar tujuh hingga delapan tahun lalu, ia mengaku merasakan perkembangan signifikan dalam pengelolaan usaha.

Dukungan yang diterima meliputi akses pinjaman modal, pelatihan pemasaran dan manajemen usaha, hingga bantuan peralatan produksi seperti mixer. Selain itu, Zulaikhah juga rutin difasilitasi untuk mengikuti pameran dan bazar di berbagai daerah guna memperluas jaringan pemasaran.

“Dari PT Timah kami sempat diajak bazar ke Jakarta, pernah juga ke Bandung. Sekarang pembeli kami sudah dari berbagai kota di Indonesia,” tuturnya.

Menurut Zulaikhah, dukungan permodalan menjadi faktor krusial, terutama menjelang Lebaran ketika kebutuhan bahan baku meningkat tajam. Ia berharap ke depan tersedia skema pembiayaan yang lebih fleksibel, termasuk kemungkinan penambahan plafon pinjaman, agar pelaku UMKM dapat menjaga stabilitas produksi saat permintaan melonjak.

“UMKM memang butuh bantuan modal untuk produksi, apalagi sebelum Lebaran. Harapannya ke depan bisa ada tambahan plafon pinjaman supaya usaha kami bisa terus berkembang,” ujarnya.

Keberhasilan Zulaikhah Cake menjadi salah satu contoh implementasi penciptaan nilai tambah yang diusung MIND ID Group. Dalam konteks sosial, upaya peningkatan nilai tambah tersebut tidak hanya berfokus pada rantai industri hulu hingga hilir, tetapi juga pada penguatan UMKM binaan di daerah operasional perusahaan.

Melalui dukungan permodalan, pelatihan, dan perluasan akses pasar, UMKM binaan diharapkan mampu meningkatkan daya saing, menciptakan lapangan kerja, serta memberikan dampak ekonomi dan sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.**

Pos terkait