Bupati Muna Terima Sertifikat Cap Tangan Tertua di Dunia Dari BRIN

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Agus Minardi. 

MUNA, SULTRA – Bupati Muna, Drs. H. Bachrun, M.Si menerima Sertifikat Cap Tangan tertua di dunia dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Cap tangan ini berusia sekitar 67.800 tahun dan ditemukan di Gua Liang Metanduno, Desa Liangkabori, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Jumat (6/2/2026).

Bacaan Lainnya

Penemuan ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu pusat penting dalam sejarah awal seni simbolik dan penjelajahan laut manusia modern. Cap tangan ini memiliki ciri unik, yaitu modifikasi bentuk jari yang menyempit menyerupai cakar (narrow finger), yang mencerminkan ekspresi simbolik yang matang.

“Penemuan ini membuktikan bahwa manusia modern telah menyeberangi lautan secara sengaja sejak hampir 70.000 tahun yang lalu,” kata Peneliti Pusat Riset Arkeometri BRIN, Adhi Agus Oktaviana.

Teknik penanggalan laser-ablation uranium-series (LA–U-series) digunakan untuk menentukan usia cap tangan ini. Hasil analisis menunjukkan umur 71,6 ± 3,8 ribu tahun, sehingga memberikan batas usia minimum 67,8 ribu tahun bagi cap tangan di Leang Metanduno, Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) .

Penemuan ini juga memperkuat model kronologi panjang yang menyatakan bahwa manusia telah mencapai daratan Sahul (Australia-Papua) setidaknya sekitar 65.000 tahun lalu.

“Sangat mungkin bahwa pembuat lukisan ini merupakan bagian dari populasi yang kemudian menyebar lebih jauh ke timur dan akhirnya mencapai Australia,” kata Adhi

Pemerintah daerah berharap status Liang Metanduno dapat ditingkatkan menjadi cagar budaya nasional, bahkan warisan dunia UNESCO. Penemuan ini juga menekankan pentingnya perlindungan warisan budaya yang tak tergantikan.

“Kita (Pemerintah Kabupaten Muna) akan terus berusaha agar status Liang Metanduno dapat ditingkatkan menjadi Cagar Budaya Nasional, bahkan warisan dunia UNESCO,” kata Bupati Muna.

“Alhamdulillah, hari ini kita menerima Sertifikat Cap Tangan Tertua di dunia dari BRIN. Ini merupakan kebanggaan besar bagi Kabupaten Muna dan Provinsi Sulawesi Tenggara. Penemuan ini membuktikan bahwa Muna memiliki sejarah yang kaya dan penting dalam perkembangan peradaban manusia,” tambahnya.

“Kita berharap penemuan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan warisan budaya dan sejarah. Kita juga berharap agar Gua Liang Metanduno dapat ditingkatkan statusnya menjadi cagar budaya nasional, bahkan warisan dunia UNESCO,” harap Bupati Muna.

“Terima kasih kepada BRIN dan tim peneliti yang telah bekerja keras untuk mengungkap sejarah ini. Kami akan terus mendukung upaya pelestarian warisan budaya dan sejarah di Kabupaten Muna,” tutup Bachrun Bupati Muna.**

Pos terkait