Dari Luka Menjadi Cahaya: Ali Nurdin dan 24 Tokoh Nasional Penerima Sorot News Golden Award 2025

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Suherman. 

JAKARTA – Perjalanan hidup Ali Nurdin adalah potret tentang luka yang tidak disembunyikan, tetapi diolah menjadi daya juang. Mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang pernah menjadi korban penipuan, menyaksikan langsung praktik perdagangan orang, hingga merasakan rapuhnya perlindungan negara di luar negeri itu, kini berdiri di panggung kehormatan nasional.

Pada 21 Desember 2025, di Gedung Pascasarjana Universitas Pertahanan, Jakarta Pusat, Ali Nurdin menerima Anugerah Sorot News Golden Award 2025 sebagai “Tokoh Penggerak Perlindungan Pekerja Migran Indonesia”. Penghargaan ini bukan sekadar pengakuan personal, melainkan penegasan bahwa pengalaman empirik rakyat kecil dapat menjadi fondasi perubahan kebijakan negara.

Sebagai Ketua Umum F-Buminu Sarbumusi, Ali Nurdin dinilai konsisten melakukan advokasi pendampingan hukum bagi PMI bermasalah, sekaligus mendorong reformasi kebijakan perlindungan dan penempatan pekerja migran Indonesia. Berangkat dari pengalaman sebagai PMI, pekerja di perusahaan penempatan, hingga aktivis buruh migran, ia memahami persoalan PMI sejak hulu hingga purna.

Dalam pernyataannya, Ali menegaskan bahwa persoalan PMI tidak berhenti pada narasi devisa. Menurutnya, minimnya anggaran perlindungan, lemahnya pengawasan, dan pembiaran terhadap praktik perdagangan orang menunjukkan bahwa negara belum sepenuhnya hadir bagi para pekerja migran.

Sorot News Golden Award 2025 sendiri merupakan ajang tahunan dalam rangka hari ulang tahun Sorot News, sebagai bentuk apresiasi kepada pejabat negara dan tokoh masyarakat yang kiprah serta kebijakannya dirasakan langsung manfaatnya oleh publik. Penilaian dilakukan oleh tim independen yang melibatkan unsur pemerintah, media, akademisi, tim ahli, tokoh masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan melalui proses seleksi ketat.

Selain Ali Nurdin, penghargaan juga diberikan kepada 23 tokoh nasional lainnya dari berbagai sektor strategis: hukum, pertahanan, ketenagakerjaan, diplomasi, kepolisian, sosial, industri pertahanan, pelayanan publik, hingga pemberdayaan masyarakat adat. Nama-nama seperti Yusril Ihza Mahendra, Muhaimin Iskandar, Saifullah Yusuf, Yassierli, Dedi Prasetyo, hingga Gita Amperiawan dinilai memiliki kontribusi nyata dalam mendorong transformasi kebijakan dan pelayanan publik di bidangnya masing-masing.

Penganugerahan ini menjadi penanda bahwa perubahan tidak selalu lahir dari menara gading kekuasaan, tetapi juga dari pengalaman pahit yang dijalani dengan keberanian untuk bersuara. Dari luka menjadi cahaya, kisah Ali Nurdin menjadi pengingat bahwa keadilan sosial bukan hadiah, melainkan hasil dari perjuangan panjang yang tidak pernah berhenti.

Berikut daftar tokoh yang dianugerahi penghargaan dalam perhelatan tersebut, lengkap dengan kategori penghargaan masing-masing:

1. Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, SH., M.Sc., Menteri Kordinator Kumham Impas, katagori “Tokoh Reformasi Sistem Perlindungan Hukum Warga Negara Indonesia”

2. Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, S.Sos., Wakil Penglima TNI, katagori “Tokoh Motivator Dan Inspiratif Penggerak Bela Negara”.
3. Dr. (H.C.) Drs. H. Abdul Muhaimin Iskandar, M.Si., Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat katagori “Tokoh Pelopor Transformasi Sistem Perlindungan & Tata Kelola Pekerja Migran Indonesia”.

4. Drs. H. Mukhtarudin., Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI, katagori: “Tokoh Transformasi Perlindungan & Pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia”.

5. Sugiono, B.Sc., M.BA., Menteri Luar Negeri katagori: “Tokoh Diplomat Diaspora dan Inovator Migrasi Berdampak”.

6. Prof. Dr. Yassierli, S.T., M.T., Ph.D., Menteri Ketenagakerjaan RI, kategori: “Tokoh Inovator Perlindungan dan Kesejahteraan Pekerja Migran Indonesia”.

7. Drs. H. Saifullah Yusuf, M.Si., Menteri Sosial RI, katagori: “Tokoh Transformasi Perlindungan dan Kesejahteraan Sosial”.

8. Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, S.Sos., Wakil Penglima TNI, katagori “Tokoh Motivator Dan Inspiratif Penggerak Bela Negara”.

9. Mayjen TNI Dr. H. Totok Imam Santoso, S.Ip., S.Sos., M.Tr.Han., Wakil Rektor III Universitas Pertahanan RI, katagori: “Tokoh Motivator Pengembangan Potensi Pertahanan & Generasi Muda Berprestasi”.

10. Laksamana Muda TNI Sri Yanto S.T., Dirjen Pothan Kementrian Pertahanan RI, katagori: “Tokoh Motivator Pengembangan Potensi Pertahanan & Generasi Muda Berprestasi”.

11. Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, SH., M.Hum., M.Si.,M.M., Wakil Kepala Kepolisian RI, katagori: “Tokoh Transpormasi Kepemimpinan Polri & Bapak Literasi Kepolisian RI”.

12. Irjen Pol. Asep Edi Suheri, S.IK., M.Si., Kapolda Metro Jaya, katagori: “Tokoh Transformasi Kepemimpinan & Pelopor Pelayanan Humanis Presisi”

13. AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K., Kapolres Nabire Papua Tengah, katagori: “Tokoh Transpormasi Keamanan Publik & Pelayanan Humanis Presisi”.

14. Marsda TNI (Pun) Gita Amperiawan., Direktur Utama PT. Dirgantara Indonesia Persero), katagori: “Tokoh Leader Transformasi Industri Pertahanan & Kedirgantaraan”

15. Yosep Falentinus Delasalle Kebo S.Ip., MA., Bupati Timor Tengah Utara – NTT, katagori: “Tokoh Kepemimpinan Pelayanan Publik & Transformasi Daerah”.

16. Muhammad Daud., Pengusaha Muda, katagori: “Tokoh Transformasi Parawisata & Pemberdayaan Generasi Milenial”.

17. Dr. Benediktus Jombang, SH., M.H., CLA., C.Med., CPCD., CFLE., CPS (Pemerhati HAM Papua, Penasihat LBH Cendrawasih Celebes Indonesia & Pembela Hak Masyarakat Adat Papua) Katagori: ” Tokoh Pelopor Pembela Hak Masyarakat Adat & Advokasi Kebijakan Publik”.

18. Otis Monei, S.Sos., M.Si (Kasatpol PP Pemprov Papua Tengah & Ketua BMA Suku Wate) Katagori: “Tokoh Transformasi, Integrasi Kepemimpinan Adat & Publik”.

19. Brigadir Jenderal Polisi Alfred Papare, S.I.K., Kapolda Papua Tengah, kategori: “Tokoh Transformasi Kepemimpinan Humanis & Inovasi Institusi di Wilayah Otonomi Baru”.

20. Daud Monei, S.Ip., Ketua YPBI Sion Samabusa Nabire & Sekertaris BMA Suku Wate, katagori: “Tokoh Motivator Pendidikan & Pemberdayaan Masyarakat Adat Papua”.

21. Fajriyah Usman., Sekertaris Perusahaan PT. Pertamina Gas Negara Persero, katagori: Tokoh Leader Transformasi Komunikasi Korporasi & Pemberdayaan SDM”.

22. Roni Imroni, S.Sos., M.M., Kepala Bidang IKP Dishub Kominfo Kabupaten Tasikmalaya, katagori: “Tokoh Literasi Digital, Komunikasi Publik & Pemberdayaan Informasi Masyarakat”.

23. Samuel Sauwyar, S.PdK., M.Pdk., Kepala Bakorwil FKBN Papua Tengah, kategori: ” Tokoh Pemimpin Multidimensi dan Penggiat Bela Negara Papua Tengah”.**

Pos terkait