Laporan wartawan sorotnews.co.id : Udin.
BATANG, JATENG – Pemerintah Kabupaten Batang resmi memulai “perang” melawan lubang jalan. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), langkah cepat digeber untuk menjamin keselamatan pengguna jalan, terutama para pemudik yang akan melintas di tengah cuaca ekstrem dan tingginya beban kendaraan.
Seluruh mesin kerja kini telah dipanaskan. Material aspal sudah tersedia di gudang, sementara pasukan lapangan dari Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) disiagakan untuk menyisir setiap ruas jalan kabupaten yang mengalami kerusakan.
Kepala DPUPR Batang, Endro Suryono, menegaskan bahwa persiapan telah dilakukan secara matang dan pekerjaan penambalan jalan mulai dijalankan.
“Ini sudah kami persiapkan semua. Aspal alhamdulillah sudah datang dan UPTD akan mulai melakukan penambalan, khususnya di jalan kabupaten. Sampai Lebaran ini sudah mulai running,” ujar Endro, Senin (2/1/2026).
Meski fokus utama berada di jalan kabupaten, Pemkab Batang tak tinggal diam melihat kondisi jalan provinsi dan nasional yang juga banyak dikeluhkan masyarakat. Koordinasi intensif terus dilakukan agar penanganan segera dilakukan oleh pemerintah yang berwenang.
“Kami tidak diam. Untuk jalan provinsi, minggu kemarin saja sudah kami surati dua kali. Jalan nasional juga terus kami koordinasikan. Tapi untuk jalan kabupaten, kami sudah siap gerak cepat,” tegas Endro.
Namun, ia mengakui tantangan di lapangan tidak ringan. Curah hujan tinggi yang turun hampir tanpa jeda, ditambah maraknya kendaraan bermuatan berlebih, menjadi faktor utama yang mempercepat kerusakan jalan.
“Kalau ditanya jumlah titik, itu banyak sekali. Tapi kami inventarisir mana yang paling parah untuk ditangani lebih dulu. Kondisi sekarang hujan terus, kendaraan juga banyak yang overload,” jelasnya.
DPUPR Batang menargetkan seluruh titik rawan kerusakan sudah tertangani paling lambat H-10 Lebaran. Meski penanganan yang dilakukan masih bersifat sementara melalui metode penambalan (patching), aspek keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas utama.
“Kita fokus keamanan dulu. Kalau soal kenyamanan, patching memang belum maksimal, tapi yang penting aman dulu bagi pengguna jalan,” imbuh Endro.
Dari sisi anggaran, Endro tak menampik adanya keterbatasan. Tahun ini, DPUPR Batang mengalokasikan sekitar Rp1 miliar untuk pengadaan aspal. Selain itu, masing-masing kecamatan dibekali dana pemeliharaan sebesar Rp100 juta sebagai langkah cepat penanganan kerusakan ringan di wilayahnya.
“Setiap kecamatan ada Rp100 juta untuk pemeliharaan atau patching. Memang terbatas, tapi kita maksimalkan agar sebelum Lebaran kondisi jalan lebih aman,” pungkasnya.
Melalui langkah estafet ini, Pemkab Batang berharap arus mudik Lebaran 2026 dapat berlangsung lebih aman. Perjalanan pulang kampung pun diharapkan bukan hanya menjadi momen melepas rindu, tetapi juga pengalaman berkendara yang minim risiko bagi seluruh pengguna jalan.**








