Laporan wartawan sorotnews.co.id : Asep Suebu.
SORONG, PBD – Aktivitas perjudian sambung ayam dan dadu kembali marak dan berlangsung nyaris tanpa hambatan di kawasan Jalan Lapas Kilometer 10 masuk, Kota Sorong. Praktik ilegal ini dilaporkan berjalan secara terbuka setiap akhir pekan, memunculkan dugaan kuat adanya pembiaran, bahkan perlindungan dari oknum aparat penegak hukum.
Informasi yang dihimpun awak media menyebutkan, arena sambung ayam tersebut rutin beroperasi setiap hari Sabtu dan Minggu. Meski lokasi perjudian kerap berpindah-pindah, pergeseran itu masih berada dalam satu kawasan yang sama dan diketahui luas oleh masyarakat sekitar. Selain sambung ayam, perjudian dadu juga berlangsung bersamaan di lokasi tersebut.
Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Pasalnya, aktivitas perjudian yang jelas-jelas melanggar hukum tersebut seolah kebal terhadap penindakan. Warga menilai lemahnya respons aparat bukan lagi sekadar kelalaian, melainkan mengarah pada dugaan adanya oknum yang sengaja melakukan pembiaran atau menjadi “tameng” bagi praktik ilegal itu.
Maraknya perjudian dinilai berdampak serius terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat. Selain memicu potensi konflik, perjudian juga berpotensi melahirkan tindak kriminal lain, seperti perkelahian, pencurian, hingga peredaran minuman keras dan narkoba di sekitar lokasi.
Situasi ini mendapat sorotan keras dari Ketua Dewan Adat Papua (DAP) Wilayah III Doberay Provinsi Papua Barat Daya, Ronald Konjol, SH. Ia secara tegas mengkritik kinerja aparat penegak hukum, khususnya Polresta Sorong Kota, yang dinilai gagal memberikan rasa aman dan kepastian hukum bagi masyarakat.
Ronald mendesak Kapolresta Sorong Kota agar segera mengambil langkah konkret dan tegas, bukan sekadar imbauan atau penindakan sesaat. Ia menekankan pentingnya patroli rutin dan berkelanjutan, terutama pada hari Sabtu dan Minggu, yang selama ini diketahui sebagai waktu utama berlangsungnya perjudian.
“Kami minta dengan sangat tegas kepada Kapolresta Sorong Kota untuk melakukan patroli rutin setiap Sabtu dan Minggu di titik-titik yang sudah jelas menjadi lokasi sambung ayam. Jangan menunggu viral, jangan menunggu korban, baru aparat bergerak,” tegas Ronald.
Menurutnya, jika aparat serius dan konsisten menegakkan hukum, maka tidak ada alasan aktivitas perjudian tersebut terus berlangsung. Ia mengingatkan bahwa pembiaran yang berlarut-larut hanya akan memperkuat persepsi publik bahwa hukum bisa dipermainkan.
Lebih jauh, Ronald menegaskan Dewan Adat Papua Wilayah III Doberay mendukung penuh upaya pemberantasan perjudian. Namun, ia juga mengingatkan bahwa DAP tidak akan tinggal diam apabila terbukti ada oknum aparat yang terlibat atau membekingi praktik ilegal tersebut.
“Hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu. Jika ada oknum aparat yang bermain atau membackup perjudian, itu pengkhianatan terhadap tugas dan harus ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku. Negara tidak boleh kalah oleh judi,” pungkasnya.**








