Diduga Nistakan Agama, Pendeta di Sumba Resmi Dilaporkan ke Polisi

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Marselin SK. 

SUMBA BARAT, NTT – Seorang Pendeta disumba yang berinisial BAO resmi dilaporkan ke Polres Sumba Barat pada Selasa (6/1/2026).

Pemicu laporan ini adalah Dugaan pernyataan Pendeta BAO yang menganggap penghormatan terhadap Bunda Maria sebagai penyembahan berhala.

Pernyataan ini diungkapkan Pendeta BAO dalam sejumlah postingan di media sosial Facebook dan YouTube yang belakangan ini menjadi viral.

Pendeta BAO dilaporkan oleh Robert Syukur Djola, salah satu penganut agama Kristen Katolik yang berdomisili di Poma, Desa Watu Kawula, Kecamatan Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD).

Kepada Media Sorotnews pada Senin 29 Januari 2026, Robert menyampaikan bahwa beliau sudah melakukan laporan resmi pada Selasa 6 Januari 2026 di Polres Sumba Barat.

Ia menegaskan, dirinya menentang keras pernyataan Pendeta BAO yang telah mencederai kepercayaan penganut agama lain.

“Saya adukan penistaan terhadap agama Katolik sebagai langkah cegah agar keresahan publik ini tidak berbuah tindakan intoleransi yang kian massif,” ujarnya.

Robert meminta agar pernyataan Pendeta BAO yang sudah viral ini dipertanggungjawabkan secara hukum.

Tindakan pelecehan dan penistaan terhadap kepercayaan orang Katolik sangat mengganggu kerukunan yang selama ini sudah terpelihara dengan baik.

“Padahal, para pendeta senior sebelumnya tidak pernah mengungkapkan ucapan bernada intoleransi dan menjunjung tinggi perbedaan,” sebut Robert.

“Saya hanya melaporkan tindakan oknum, tidak menggeneralisir umat atau aliran agama tertentu,” sambungnya lagi.

Pihaknya berharap laporan tersebut ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum yang berlaku di Indonesia.

Dirinya juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kerukunan antar-umat beragama dan menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi.

Laporan ini, kata dia, juga dimaksudkan sebagai langkah untuk mencegah timbulnya provokasi yang mengancam stabilitas kamtibmas.

“Saya harap upaya ini bisa mengakhiri polemik dan perseteruan yang sudah meresahkan umat beragama,” tandasnya.**

Pos terkait