Dirjen Potensi Pertahanan Kemhan Hadiri Audiensi YAPETA, Bahas Penguatan Semangat Juang Generasi Muda

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Agus Arya. 

JAKARTA — Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI, Laksamana Muda TNI Sri Yanto, S.T., menghadiri audiensi antara Wakil Menteri Pertahanan RI, Marsekal Madya TNI (Purn) Donny Ermawan T., M.D.S., M.S.P., dan Yayasan Pembela Tanah Air Pusat (YAPETA). Pertemuan digelar di ruang tamu utama Kemhan RI, Jakarta, dan berlangsung dalam suasana penuh semangat kebangsaan.

Dalam audiensi tersebut, delegasi YAPETA dipimpin langsung oleh Ketua Umum YAPETA Pusat, H. Tinton Soeprapto, bersama jajaran pengurus yayasan. Mereka menyampaikan berbagai inisiatif yang telah dan akan dilakukan dalam rangka melestarikan nilai-nilai juang serta memperkuat semangat nasionalisme di kalangan generasi muda.

YAPETA secara khusus menyoroti pentingnya menjaga warisan perjuangan para anggota Pembela Tanah Air (PETA) — organisasi militer yang dibentuk pada masa pendudukan Jepang dan menjadi cikal bakal lahirnya Tentara Nasional Indonesia (TNI). Melalui pendekatan edukasi karakter, pelatihan kebangsaan, dan program patriotisme, YAPETA berkomitmen menanamkan semangat cinta tanah air yang autentik dan relevan di tengah arus globalisasi dan tantangan ideologis masa kini.

“Semangat juang tidak boleh hanya berhenti di buku sejarah. Nilai-nilai patriotisme harus terus dihidupkan dan diwariskan dalam bentuk nyata, terutama kepada generasi muda,” ujar Wakil Menteri Pertahanan RI, Marsekal Madya TNI (Purn) Donny Ermawan.

Ia juga mengapresiasi peran aktif YAPETA dalam menjaga memori kolektif perjuangan bangsa, sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat sipil untuk terus bersinergi dengan institusi negara dalam memperkuat ketahanan nasional berbasis ideologi Pancasila, sejarah perjuangan, dan budaya bangsa.

Dirjen Potensi Pertahanan Kemhan, Laksamana Muda TNI Sri Yanto, menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah dan organisasi masyarakat seperti YAPETA merupakan pilar penting dalam membangun karakter bangsa yang kuat. Ia menilai upaya pelestarian nilai-nilai juang para pendahulu, jika dikemas dengan pendekatan yang sesuai zaman, akan menjadi senjata ideologis yang kuat dalam menjaga integritas dan kedaulatan bangsa.

Dalam paparannya, YAPETA menyampaikan sejumlah program unggulan yang akan digelar, termasuk : Pendidikan sejarah perjuangan nasional berbasis lokalitas; Pelatihan kepemudaan berlandaskan nilai juang PETA; Penguatan jejaring patriotisme lintas generasi; Kampanye kesadaran nasional melalui media sosial dan platform digital.

Audiensi berlangsung dalam suasana penuh makna dan kebersamaan, mencerminkan semangat kolektif untuk melestarikan warisan sejarah perjuangan bangsa. Baik Kemhan RI maupun YAPETA sepakat bahwa pembentukan karakter kebangsaan harus menjadi program prioritas di tengah era modern yang penuh tantangan global.

Dengan kolaborasi ini, diharapkan semangat juang para pendahulu bangsa tetap hidup dan membumi di kalangan generasi penerus, menjadi kekuatan moral dan ideologis dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.**