Laporan wartawan sorotnews.co.id : RD. Damanik.
KATINGAN, KALTENG – Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian Kabupaten Katingan menekankan pentingnya peningkatan kompetensi digital bagi mahasiswa yang melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di lingkungan instansi tersebut. Penegasan ini disampaikan saat menerima mahasiswa magang dari Universitas Palangka Raya (UPR) di Media Center Diskominfostandi, Jumat (20/2).
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian Kabupaten Katingan, Hotden Manto Manalu, menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Pemerintah Kabupaten Katingan sebagai lokus magang. Ia menekankan agar kesempatan tersebut dimanfaatkan secara optimal untuk mengasah kemampuan teknis dan profesional di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).
“Kami berharap para mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk menambah wawasan dan pengalaman nyata. Kehadiran mereka diharapkan mampu memberikan kontribusi positif, terutama dalam mendukung pengelolaan sistem informasi dan pengembangan layanan digital pemerintah daerah,” ujar Manalu.
Program magang tidak hanya dilaksanakan di Diskominfostandi. Para mahasiswa juga akan ditempatkan di sejumlah instansi strategis lainnya, yakni Inspektorat Kabupaten Katingan dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Katingan.
Menurut Manalu, penempatan lintas sektoral tersebut bertujuan memberikan pengalaman komprehensif kepada mahasiswa mengenai tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik berbasis teknologi.
“Penempatan lintas sektoral ini bertujuan agar mahasiswa memperoleh perspektif yang komprehensif mengenai tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik berbasis teknologi,” jelasnya.
Kegiatan penerimaan berlangsung dalam suasana hangat dan diakhiri dengan arahan teknis terkait tanggung jawab serta etika kerja selama masa magang. Pemerintah Kabupaten Katingan berharap program ini dapat memperkuat sinergi antara dunia akademik dan birokrasi.
Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan tercipta sumber daya manusia (SDM) yang unggul, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta siap menjawab kebutuhan digitalisasi di tingkat daerah.
“Sinergi ini penting untuk menjembatani teori di kampus dengan realitas kebutuhan digitalisasi di tingkat daerah,” pungkas Manalu.**








