Laporan wartawan sorotnews.co.id : Endi Tarwadi.
MATARAM, NTB – Menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, semangat persatuan dan kepedulian sosial mewarnai kegiatan Donor Darah Kebangsaan yang digelar di Atrium Lombok Epicentrum Mall, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Kegiatan ini diprakarsai oleh Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) NTB bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI), serta melibatkan berbagai elemen masyarakat dan relawan kemanusiaan di NTB.
Ketua Panitia, H. Rudi, menyampaikan bahwa kegiatan donor darah tersebut bukan sekadar agenda sosial, melainkan bagian dari gerakan kebangsaan yang meneguhkan nilai solidaritas dan gotong royong antarwarga.
“Donor darah ini bukan hanya kegiatan sosial, tetapi gerakan kebangsaan. Kita ingin menyambut Ramadan dengan hati yang bersih, dengan membantu sesama. Setiap tetes darah adalah bukti bahwa masyarakat NTB memiliki kepedulian yang luar biasa,” ujar H. Rudi dalam keterangannya di lokasi kegiatan.
Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan menjadi warisan nilai kemanusiaan bagi generasi mendatang, sekaligus memperkuat rasa persaudaraan lintas suku, agama, dan golongan di NTB.
Wakil Ketua SAPARINDI yang akrab disapa Ko Japra, dikenal sebagai “Bapaknya Bola” dari Lombok Utara, turut hadir dan menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Saya bangga melihat persatuan seperti ini. Ini bukan tentang siapa kita, tetapi tentang apa yang bisa kita berikan untuk sesama. Semoga kegiatan ini membawa berkah dan semakin memperkuat persaudaraan masyarakat NTB, khususnya menjelang Ramadan,” ungkap Ko Japra.
Kehadiran berbagai tokoh masyarakat dan organisasi dalam kegiatan ini dinilai mencerminkan kolaborasi positif antara komunitas sosial dan lembaga kemanusiaan dalam menjawab kebutuhan stok darah di wilayah NTB.
Antusiasme masyarakat terlihat dari partisipasi para pendonor yang secara sukarela dan penuh kesadaran mengikuti proses donor darah. Petugas PMI tampak melakukan pemeriksaan kesehatan awal sebelum pengambilan darah guna memastikan kelayakan pendonor sesuai standar medis.
Kegiatan Donor Darah Kebangsaan ini menjadi bukti bahwa NTB tidak hanya kaya akan budaya dan tradisi, tetapi juga memiliki solidaritas sosial yang kuat. Semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama diharapkan terus tumbuh, tidak hanya menjelang Ramadan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
Panitia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pendonor dan relawan yang telah berpartisipasi, seraya berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara berkelanjutan demi mendukung kebutuhan kemanusiaan di Nusa Tenggara Barat.**








