F-Buminu Sarbumusi: Setelah Perjuangan Panjang, PMI Eka Ernawati Akhirnya Pulang ke Tanah Air

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Suherman. 

JAKARTA – Setelah melalui perjuangan panjang dan proses yang tidak mudah, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Eka Ernawati, akhirnya berhasil dipulangkan ke Tanah Air. Eka tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Rabu malam (14/1/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.

Bacaan Lainnya

Kepulangan Eka menandai akhir dari rangkaian persoalan yang dihadapinya selama bekerja di Arab Saudi, mulai dari dugaan kekerasan, penelantaran, hingga ketidakpastian proses pemulangan. Proses pemulangan tersebut disebut berlangsung alot dan penuh tantangan, terutama akibat adanya perbedaan klaim antara korban dengan pihak-pihak yang memberangkatkannya.

Setibanya di Indonesia, Eka menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) serta F-Buminu Sarbumusi (Federasi Buruh Migran Nusantara Sarikat Buruh Muslimin Indonesia) yang secara konsisten mengawal seluruh rangkaian proses, memberikan pendampingan intensif, serta memfasilitasi kepulangannya ke Tanah Air.

“Tanpa pendampingan dari KP2MI dan F-Buminu Sarbumusi, saya tidak tahu bagaimana nasib saya. Saya sangat bersyukur akhirnya bisa pulang,” ujar Eka setibanya di Bandara Soekarno-Hatta.

Namun demikian, di balik keberhasilan pemulangan tersebut, proses yang dijalani Eka meninggalkan catatan serius. Selama penanganan kasus, Eka mengaku menghadapi penolakan serta tekanan dari sponsor dan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) yang memberangkatkannya. Kedua pihak tersebut, menurut Eka, tetap bersikukuh menyatakan bahwa proses keberangkatannya telah dilakukan secara resmi dan sesuai prosedur.

Pernyataan tersebut dinilai berseberangan dengan sejumlah fakta yang kemudian terungkap, antara lain adanya perbedaan jenis pekerjaan antara dokumen penempatan dan realitas di lapangan, serta minimnya perlindungan ketika Eka melaporkan dugaan kekerasan yang dialaminya. Perbedaan klaim inilah yang sempat menghambat proses pemulangan dan memperpanjang masa tunggu Eka di Arab Saudi.

Ketua Umum F-Buminu Sarbumusi, Ali Nurdin, yang bertindak mewakili Eka Ernawati berdasarkan kuasa pendampingan dari keluarga, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh jajaran KP2MI atas perhatian dan dukungan langsung dalam penanganan kasus tersebut.

Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan kepada Menteri KP2MI Drs. Mukhtarudin, Direktur Jenderal Pelindungan Rinardi, Mangiring Sinaga, Firman Yulianto, serta seluruh tim yang terlibat dalam proses pendampingan dan pemulangan Eka Ernawati.

Selain itu, Ali Nurdin juga mengapresiasi peran pengelola Migran Lounge Bandara Soekarno-Hatta yang dinilai memberikan pelayanan maksimal, mulai dari pendampingan, fasilitas istirahat, koordinasi lintas pihak, hingga akomodasi. Migran Lounge juga memfasilitasi dan menanggung biaya tiket lanjutan dari Jakarta menuju Lombok, Nusa Tenggara Barat, sebagai daerah asal Eka.

Kehadiran Migran Lounge dinilai memberikan ruang yang aman dan manusiawi bagi PMI yang baru kembali ke Tanah Air, khususnya bagi mereka yang mengalami tekanan fisik maupun psikologis selama bekerja di luar negeri.

Kepulangan Eka Ernawati menjadi pengingat bahwa perlindungan terhadap PMI tidak berhenti pada proses penempatan, tetapi justru diuji ketika terjadi krisis di negara tujuan. Di satu sisi, keberhasilan pemulangan ini menunjukkan kehadiran negara melalui KP2MI. Namun di sisi lain, kasus ini kembali menegaskan urgensi evaluasi menyeluruh terhadap sistem penempatan PMI, khususnya terkait pengawasan terhadap proses perekrutan dan kinerja perusahaan penempatan.

Bagi Eka Ernawati, kepulangan ini bukan sekadar akhir dari perjalanan panjang di luar negeri, melainkan menjadi awal untuk memulihkan diri dan menata kembali kehidupan bersama keluarga di kampung halaman.**

Pos terkait