Laporan wartawan sorotnews.co.id : M. Suryadi.
TAPANULI SELATAN, SUMUT – Saat Berlangsung Rapat Paripurna Pembahasan Anggaran untuk tahun 2024 di gedung DPRD Tapanuli Selatan (Tapsel) Komplek Perkantoran Pemkab Tapsel pada hari Kamis,(21/12/2023) kemaren salah satu Anggota DPRD Dari Fraksi PAN Walkout saat berlangsungnya Rapat.
Adalah H.Mahmud Lubis S.Ag yang aktif sebagai anggota DPRD Tapsel melakukan Walkout karena tidak terima dengan Agenda Rapat yang dilaksanakan.
Kepada awak media Sorotnews.id Mahmud Lubis Menjelaskan bahwa sampai dua kali melakukan intrupsi kepada Ketua Sidang akan tetapi ketua sidang yang diketahui Sebagai Ketua DPRD Tapsel Basit Dalimunthe.
“Yang pertama saya intrupsi mengingat pada saat ketua sidang Basit Dalimunthe mempersilahkan anggaran untuk membacakan perencanaan anggaran,saya langsung melakukan intrupsi serta mengatakan mohon ketua pembacaan perencanaan anggaran di tunda dulu mengingat kami selaku anggota belum mendapatkan salinan data tersebut dari anggaran,mana mungkin kami mampu merekam semua apa yang dibacakan,” jelas Mahmud.
“Sayangnya ketua sidang tidak mengindahkan intrupsi saya dan melanjutkan pembacaan anggaran,” tambah Mahmud.
Masih menurut Mahmud Lubis,melakukan intrupsi kedua kalinya sebelum Walkout karena Pembacaan Perencanaan anggaran oleh badan Anggaran tidak ada penjabaran yang Detail untuk akomodir di tiga kecamatan yang berada diwilayah Batang Toru (Kecamatan Batang Toru,Kecamatan Muara Batang Toru dan Kecamatan Marancar) yang di ketahui sudah ada Nota kesepahaman antara Pemerintah dengan Investor.
“Sesuai dengan nota kesepahaman bahwa bahwa 40 % dari 113 M (seratus tiga belas Milyar) menjadi hak masyarakat batangtoru, muara batangtoru dan kec. Marancar.
Ini artinya 44,800 M (empat puluh empat Milyar Delapan Ratus Juta Rupiah) harus di gelontorkan ke 3 kecamatan tersebut karena Di pembahasan komisi sudah disepakati dan menjadi keputusan agar anggaran 44,800 M wajib diberikan untuk 3 kecamatan akan tetapi Kenyataannya dalam laporan badan anggaran tidak di akomodir, saya intrupsi tapi rapat tetap dilanjutkan,” terang Mahmud
“Saya sebagai putra daerah tidak ridho lagi daerah ini di jolimi dalam perfektif deviden makanya saya keluar dari forum menyatakan tidak setuju program 2024 di tetapkan sebelum hak masyarkat berdampak langsung di tunaikan,” ucap Mahmud sedikit Geram yang mana saat Mahmud Lubis Walkout disusul putra daerah lainnya Yakni Rokky Gultom.
Saat awak media ini mencoba meminta tanggapan Ketua DPRD Tapsel A.Basit Dalimunthe melalui perpesanan WhatsApp sayangnya Ketua DPRD Tapsel bungkam dan atau memblokir Nomor Wa Awak media ini karena terlihat hanya centang satu.








