Ganjar Ancam Tutup Ponpes Yang Dijadikan Tempat Pencabulan

Laporan wartawan sorotnews,co.id : Udin. 

BATANG, JATENG – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengancam akan menutup pondok pesantren di Desa Wonosegoro, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, yang menjadi lokasi perbuatan cabul oknum pengasuh pondok kepada belasan santriwatinya.

Ganjar menyampaikan pernyataan tegasnya tersebut setelah mengikuti proses pers realese yang digelar di Polres Batang yang juga dihadiri Kapolda Jateng dan jajaranya serta Forkopimda Batang.

“Kita akan lakukan evaluasi terhadap sekolah tersebut dengan menggandeng kementrian agama karena lembaga pendidikan yang tersangkut berupa pondok pesantren,” katanya, Selasa (11/4/2023).

Ia juga menyebut bahwa kasus tersebut benar-benar memberikan pelajaran yang tidak baik karena itu pihaknya akan menurunkan tim khusus untuk melakukan evaluasi tersebut.

“Kita semua perlu melakukan edukasi pada sekolah, wali murid hingga komite sekolah agar siswa berani melapor. Jika perlu, di tiap sekolah ditempel nomor telepon aduan,” ujar Ganjar tegas.

Ditegaskan pula telpon aduan itu tidak hanya berlaku untuk korban pencabulan namun juga korban bullying di sekolah maupun di lembaga pendidikan lain.

Ia mengatakan perlu evaluasi yang sistematis, sebab kejadian seperti ini bisa mencoreng nama pondok pesantren, padahal banyak juga ponpes yang bagus dan bangga menjadi santri.

Pos terkait