Laporan wartawan sorotnews.co.id : Sugeng Tri.
SURABAYA, JATIM — Gerak Jalan Mojokerto–Suroboyo (GMS) kembali digelar pada Sabtu (15/11/2025) dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 10 November. Agenda tahunan ini menjadi momentum napak tilas perjuangan para pahlawan, khususnya dalam pertempuran bersejarah di Surabaya melawan penjajah Belanda. Tahun ini, kegiatan diikuti sekitar 6.734 peserta dari Mojokerto, Surabaya, dan berbagai daerah sekitarnya untuk menempuh rute sepanjang 55 kilometer.
Organisasi masyarakat Jawara Bersatu DPAC Karangpilang turut ambil bagian dalam mendukung kelancaran kegiatan. Mereka membuka posko solidaritas, menurunkan dua unit ambulans, serta menyiagakan relawan untuk membantu para peserta yang membutuhkan pertolongan medis maupun pendampingan.
Anggota Jawara Bersatu juga membagikan air mineral dan makanan ringan secara sukarela kepada para peserta. Semangat kepedulian sosial dan budaya berbagi yang menjadi jati diri organisasi ini tampak jelas dalam kontribusi mereka sepanjang pelaksanaan GMS 2025.
“Semangat kepedulian sosial dan berbagi adalah prinsip yang selalu dijunjung tinggi Jawara Bersatu dalam setiap kegiatan masyarakat,” ujar salah satu relawan di lokasi.
Pada penyelenggaraan tahun ini terdapat perubahan rute. Titik-titik yang biasanya dilalui dari Mojokerto seperti Trosobo, Taman, dan Sepanjang, dialihkan menuju rute baru melewati Legundi – Driyorejo – Warugunung – Karangpilang.
Namun, perubahan rute ini menimbulkan kemacetan cukup panjang di kawasan Legundi hingga Karangpilang. Minimnya pengalihan arus kendaraan serta pengaturan lalu lintas yang dinilai kurang maksimal membuat peserta gerak jalan harus berpapasan langsung dengan kendaraan dari dua arah.
Kondisi ini membuat perjalanan peserta menjadi kurang nyaman dan beberapa kali harus terhenti karena padatnya lalu lintas.
Selain bertugas memberi dukungan, anggota Jawara Bersatu juga ikut menjadi peserta GMS 2025. Kelompok peserta dari Warugunung yang merupakan bagian dari Jawara Bersatu ikut memeriahkan jalannya kegiatan.
Ketua Ormas Jawara Bersatu Kecamatan Karangpilang, BP Suprayitno, menyampaikan bahwa keikutsertaan ini merupakan bentuk dukungan moral sekaligus kebanggaan terhadap kegiatan napak tilas perjuangan pahlawan.
“Jawara Bersatu, yang berarti Jawa–Madura Bersatu, turut meramaikan Gerak Jalan Mojokerto–Surabaya tahun ini. Selain memberi dukungan dengan relawan dan ambulans, kami juga ikut berjalan sebagai bentuk semangat kebersamaan,” ujarnya kepada Sorotnews Surabaya.
Meski rute mengalami perubahan dan sejumlah kendala lalu lintas, antusiasme peserta tetap tinggi. Ribuan warga dari berbagai daerah mengikuti kegiatan ini sebagai bentuk penghormatan atas jasa para pahlawan serta ajang olahraga tahunan yang selalu dinantikan.
Gerak Jalan Mojokerto–Suroboyo terus menjadi simbol perjuangan, kebersamaan, dan semangat patriotisme yang diwariskan kepada generasi masa kini.**











