Laporan wartawan sorotnews.co.id : Tim.
PEKALONGAN, JATENG – Program ketahanan pangan di Desa Rejosari, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, kini menjadi sorotan masyarakat. Pasalnya, pengadaan ternak yang seharusnya dikelola oleh masyarakat desa, malah ditempatkan di luar desa dan kemudian dijual.
Kepala Desa Rejosari, Sutirto, tidak membantah hal tersebut. Saat dihubungi melalui telepon, ia menjelaskan bahwa ternak tersebut memang ditempatkan di Kecamatan Paninggaran karena kandang di desa tidak lagi dapat digunakan.
“Karena kandang di desa sudah tidak bisa dipakai, maka ternak tersebut ditempatkan di Paninggaran. Pemantauan dari pendamping desa PMD dan pihak terkait sudah dilakukan dan dinyatakan sesuai,” ujar Sutirto, Rabu (7/8/2024).
Lebih lanjut, Sutirto menegaskan bahwa meskipun ternak berada di luar desa, proses pemantauan oleh PMD dan kecamatan tetap berjalan lancar. Ia juga menjelaskan bahwa keputusan untuk menempatkan ternak di luar desa didasarkan pada kondisi lapangan yang tidak memungkinkan.
“Akhirnya, ternak tersebut dijual saat Idul Adha dan hasil penjualannya masuk ke rekening Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM). Dana ini tidak masuk ke Pendapatan Asli Desa (PAD) agar tidak habis digunakan, dan tetap sesuai dengan peruntukannya,” jelas Sutirto.
Selain itu, sebagian anggaran ketahanan pangan juga dialokasikan ke Bumdesma, organisasi yang dikelola di tingkat kecamatan. Menurut Sutirto, dana tersebut digunakan untuk program penggemukan kambing yang dikelola oleh tim ahli Bumdesma.
“Ada dana yang disetor ke Bumdesma dan dikelola oleh tim ahli untuk penggemukan kambing. Kandang sedang dalam proses pembangunan dan suplai kambing nantinya dari tempat Pak Camat,” tambahnya.
Camat Bojong, Farid, membenarkan bahwa laporan penjualan ternak saat Idul Adha lalu telah diterima. Dana hasil penjualan tersebut rencananya akan digunakan kembali untuk membeli ternak.
“Sepemahaman saya, pengelolaan kelompok ternak targetnya adalah penggemukan. Sesuai kesepakatan, hasil keuntungan dibagi, dan yang untuk desa harus masuk PAD. Modal baku akan diputar lagi untuk membeli ternak,” jelas Farid.*








