Laporan wartawan sorotnews.co.id : Agus Arya.
JAKARTA – Jaksa Agung Republik Indonesia, ST Burhanuddin, secara resmi meresmikan Gedung Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) pada Selasa (29/4/2025) di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Gedung megah tersebut merupakan hasil karya PT Hutama Karya (Persero) yang mengusung konsep bangunan berkelanjutan dengan arsitektur ikonik.
Peresmian turut dihadiri oleh jajaran pimpinan Kejaksaan Agung RI, termasuk Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Febrie Adriansyah dan pejabat tinggi lainnya, serta Direktur Utama Hutama Karya Budi Harto dan Direktur Operasi II Gunadi.
Dalam sambutannya, Jaksa Agung menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan gedung tersebut. Ia berharap gedung baru ini mampu mendukung kinerja kejaksaan, khususnya dalam penanganan tindak pidana khusus.
“Gedung ini kami butuhkan untuk menunjang beban kerja yang terus meningkat. Kehadirannya bukan hanya sebagai sarana operasional, tetapi juga sebagai simbol ketegasan dan komitmen Kejaksaan Agung dalam penegakan hukum,” ujar ST Burhanuddin.
Gedung Jampidsus berdiri di atas lahan di Jalan Sultan Hasanuddin No. 1, Kebayoran Baru, dengan total luas bangunan mencapai 18.206 meter persegi. Proyek ini dikerjakan selama 340 hari kalender dengan skema design and build, mencakup pekerjaan struktur, arsitektur, MEP (Mechanical, Electrical, Plumbing), serta lansekap. Nilai proyek tercatat sebesar Rp318,99 miliar, termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 11%.
Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Adjib Al Hakim, menjelaskan bahwa gedung ini dirancang berbentuk lingkaran asimetris dengan detail menyerupai sobekan pedang, merepresentasikan filosofi keberanian dan ketajaman Jampidsus.
“Desain arsitektural mengusung warna maroon sebagai ciri khas pidana khusus. Elemen tertinggi pada fasad melambangkan tajamnya pedang, sementara permainan pencahayaan mencerminkan rotasi bintang-bintang,” terang Adjib.
Gedung ini juga dirancang sebagai Bangunan Gedung Hijau (BGH) yang ramah lingkungan. Fitur-fitur berkelanjutan meliputi penggunaan kaca double glass untuk insulasi termal, panel surya, sistem daur ulang air hujan dan grey water, serta sistem pencahayaan dan pendingin yang efisien energi.
Dengan total 13 lantai di atas dan dua lantai basement, gedung ini dilengkapi fasilitas modern seperti ruang pemeriksaan, ruang konsultasi, ruang ahli, ruang satgas, hingga laboratorium forensik. Fitur keamanan meliputi sistem pengawasan CCTV dengan teknologi pengenalan wajah (face recognition) dan akses sidik jari pada ruang-ruang khusus.
Untuk memastikan efektivitas pekerjaan, proyek ini juga menerapkan teknologi Building Information Modelling (BIM), sistem kerja tiga shift, serta koordinasi lintas instansi guna menjamin standar kualitas dan keselamatan.
Selama masa konstruksi, proyek ini menyerap sekitar 850 tenaga kerja dan memberi kontribusi terhadap peningkatan keahlian di bidang arsitektur dan teknik bangunan.
“Hutama Karya bangga dapat berkontribusi pada pembangunan fasilitas pemerintah strategis seperti Gedung Jampidsus. Kami terus berkomitmen menjaga kualitas serta mendorong inovasi dalam setiap proyek yang kami tangani,” tutup Adjib.
Gedung baru ini diharapkan dapat mendukung transformasi kelembagaan Kejaksaan Agung, khususnya di bidang tindak pidana khusus, dengan memperkuat koordinasi internal, memperluas kapasitas kerja, dan menyediakan fasilitas pelayanan hukum yang lebih baik kepada masyarakat.**











