Jejak Pengabdian Sukrman dari Tebango, Teladan Harmoni Lintas Generasi di Lombok Utara

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Endi Tarwadi. 

LOMBOK UTARA, NTB – Sosok Sukrman, tokoh masyarakat asal Dusun Tebango, Desa Pemenang Timur, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), dikenal luas sebagai figur yang konsisten mengabdikan diri bagi kepentingan masyarakat. Rekam jejak panjangnya dalam bidang pelayanan publik, sosial, dan keagamaan menjadikannya teladan yang dihormati lintas generasi.

Bacaan Lainnya

Sejak usia muda, Sukrman aktif dalam berbagai struktur kemasyarakatan di tingkat lokal. Ia pernah mengemban amanah sebagai Klian Banjar selama dua periode serta menjabat Kepala Dusun selama dua periode. Dalam setiap perannya, ia dikenal memiliki gaya kepemimpinan yang dekat dengan masyarakat, menjunjung tinggi integritas, serta berorientasi pada penyelesaian persoalan secara bijak.

Pengabdian Sukrman juga meluas ke organisasi sosial dan keagamaan. Ia tercatat pernah menjabat sebagai Ketua MBI Lombok Barat dan Lombok Utara. Hingga saat ini, di usia lanjut, ia tetap aktif sebagai Ketua Warga Usia Lanjut (Wulan) Bahagia Provinsi NTB, dengan fokus pada pemberdayaan dan pelayanan bagi kelompok lansia.

Di bidang spiritual, Sukrman dikenal sebagai Upasaka Anu Pandita yang aktif memberikan pembinaan serta pelayanan rohani kepada umat. Komitmennya dalam menjaga harmoni sosial tercermin melalui keterlibatannya di berbagai forum lintas agama, termasuk sebagai anggota Majelis Kerama Adat di tingkat desa serta partisipasi aktif dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Lombok Utara.

Perjalanan pengabdiannya tidak selalu berjalan mulus. Sukrman pernah menghadapi proses hukum dan persidangan. Namun, seluruh dinamika tersebut dilalui dengan sikap tegar dan penuh tanggung jawab. Integritas serta keteguhan prinsip yang dipegangnya dinilai menjadi faktor utama yang menjaga komitmennya tetap utuh dalam melayani masyarakat. Pendekatan yang inklusif juga membuatnya mampu merangkul berbagai pihak, termasuk mereka yang memiliki perbedaan pandangan.

Bagi masyarakat dan keluarga, Sukrman dipandang sebagai representasi ketulusan pengabdian, keberanian moral, serta konsistensi dalam menjaga nilai-nilai keadilan dan persatuan. Prinsip hidupnya yang tegas, yakni menempatkan kebenaran secara jernih tanpa kompromi, menjadi landasan dalam setiap langkah pengabdiannya.

Di tengah dinamika sosial yang terus berkembang, kehadiran figur seperti Sukrman dinilai penting sebagai penopang nilai bagi generasi muda. Ia tidak hanya meninggalkan jejak kepemimpinan, tetapi juga warisan etika mengenai arti pengabdian, keteguhan, serta pentingnya rekonsiliasi dalam kehidupan bermasyarakat.

Saat ini, harapan masyarakat tertuju pada kesehatan dan ketenangan dirinya, agar tetap dapat menjadi sumber inspirasi dan kebijaksanaan bagi lingkungan sekitar.

“Semoga beliau senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan dalam melanjutkan pengabdian. Keteladanan yang telah ditunjukkan akan selalu menjadi cahaya bagi generasi penerus,” demikian pernyataan yang disampaikan penuh penghormatan.**

Pos terkait