Laporan wartawan sorotnews.co.id : Sugeng Tri Asmoro.
SURABAYA, JATIM – Kader Surabaya Hebat (KSH) Kelurahan Kebraon, Kecamatan Karangpilang, khususnya di wilayah RW 07 Kemlaten, menggelar apel dan kegiatan pemeriksaan jentik nyamuk secara rutin sebagai bagian dari upaya pemberantasan sarang nyamuk dan pencegahan penyakit demam berdarah dengue (DBD).
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis (26/6/2025) sejak pukul 07.00 hingga 11.00 WIB, dan melibatkan seluruh anggota KSH yang tersebar di lima RT di lingkungan RW 07. Setiap kader secara aktif melakukan pemeriksaan ke rumah-rumah warga, rumah kos, dan kawasan perumahan di wilayah tersebut.
Ketua KSH RW 07, Titik Sumiati, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan program rutin mingguan yang dilaksanakan setiap hari Kamis. Meski telah berusia di atas 50 tahun, Titik tetap energik memimpin kegiatan dan menjadi garda terdepan dalam pelaksanaan berbagai program sosial di lingkungannya.
“Kami kader KSH bertugas bukan hanya memantau jentik nyamuk, tapi juga menangani berbagai urusan sosial dan kesehatan masyarakat, seperti penanganan balita gizi buruk, pelaksanaan posyandu, pelayanan lansia, pendidikan anak usia dini (PAUD), penyuluhan stunting, serta antisipasi penyakit menular seperti DBD,” ujarnya.
Titik menambahkan, keberadaan kader KSH di Surabaya adalah bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang digagas oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. Melalui program ini, para kader mendapat dukungan insentif sebesar Rp650.000 per bulan dari Pemerintah Kota Surabaya sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka.
Ketua RW 07, Totok, juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi para kader.
“Mereka adalah perpanjangan tangan dari RT dan RW untuk menyukseskan program-program pemerintah kota di tingkat akar rumput. Tanpa mereka, berbagai kegiatan sosial dan kesehatan tak akan berjalan optimal,” kata Totok.
Program Kader Surabaya Hebat menjadi salah satu upaya strategis Pemkot Surabaya dalam meningkatkan kualitas hidup warga melalui pendekatan partisipatif dan gotong royong di tingkat komunitas.**








