Kakanwil Kemenimpas Harap Pemda Muna Perhatikan Kebutuhan Vital Lia Metanduno, Didampingi Sekda Muna

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Agus Minardi.

MUNA, SULTRA – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimpas) Sulawesi Tenggara (Sultra) Topan Sopuan, didampingi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Muna Eddy Uga, SH., MH, mengunjungi Lia Metanduno, sebuah situs arkeologi di Desa Liangkabori, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, yang terkenal dengan lukisan cadas berusia 67.800 tahun. Dalam kunjungannya, ia berharap Pemerintah Daerah Muna memperhatikan kebutuhan vital lokasi wisata ini.

Lia Metanduno merupakan salah satu destinasi wisata budaya di Muna, yang memiliki koleksi lukisan cadas prasejarah yang sangat berharga. Lukisan-lukisan ini menggambarkan kehidupan manusia purba, termasuk gambar manusia, hewan, dan matahari. Dengan keunikan dan nilai sejarahnya, Lia Metanduno memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu tujuan wisata utama di Sulawesi Tenggara.

“Kami berharap Pemda Muna dapat memperhatikan kebutuhan vital Lia Metanduno, seperti infrastruktur, fasilitas, dan promosi, agar lokasi ini dapat lebih menarik bagi wisatawan dan meningkatkan perekonomian lokal,” ujar Kakanwil Kemenimpas.

“Apalagi beberapa hari kedepannya akan ada kunjungan dari pemerintah pusat Fadli Zon Menteri Kebudayaan, tentunya ini akan menjadi momentum besar bagi Pemerintah Kabupaten Muna agar bisa menyampaikan langsung untuk meningkatkan infrastruktur dan fasilitas di Lia Metanduno,” Tambahnya

Kakanwil Kemenimpas juga berharap seluruh elemen masyarakat Kabupaten Muna, utamanya warga Kecamatan Lohia Desa Liangkabori agar terus merawat dan memperhatikan kawasan Wisata Budaya Liangkabori.

“Kami berharap seluruh elemen masyarakat Kabupaten Muna, utamanya warga Kecamatan Lohia Desa Liangkabori agar terus merawat dan memperhatikan kawasan Wisata Budaya Liangkabori,” Tutup Kepala Kemenimpas.

Sekda Muna, yang mendampingi kunjungan tersebut, menyatakan bahwa Pemerintah Daerah Muna siap untuk meningkatkan kualitas dan promosi Lia Metanduno.

“Kami akan segera mengambil langkah-langkah konkret untuk meningkatkan infrastruktur dan fasilitas di Lia Metanduno, sehingga lokasi ini dapat menjadi lebih menarik bagi wisatawan,” ujarnya.

Dengan perhatian yang lebih besar, Lia Metanduno dapat menjadi lebih dari sekadar situs arkeologi, tetapi juga menjadi simbol kebanggaan masyarakat Muna dan Sulawesi Tenggara.**

Pos terkait