Kakanwil Klemens Taran Lantik 3 Pejabat Administrator di Lingkup Kemenag Papua

Foto: Wilhelmus Kolyaan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asmat yang baru dilantik.

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Jefry. 

ASMAT, PAPUA SELATAN – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua Pdt. Klemens Taran, S.Ag melantik 3 pejabat Administrator di lingkungan Kemenag Papua, di antaranya termasuk Wilhelmus Kolyaan, S.Sos sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asmat.

Bacaan Lainnya

Acara pengambilan sumpah janji jabatan tersebut dilangsungkan di Aula Sasana Krida Bakti Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua, Jumat (13/3/2026) dihadiri oleh Para Pejabat di lingkungan Kanwil Kemenag Papua.

Selain Wilhelmus, 2 pejabat lain yang dilantik adalah Muslimin Yelipele, S.Ag sebagai Kepala Bidang Bimas Islam Kanwil Kementerian Agama Provinsi Papua, dan M. Muzakir A, S.Pd.I sebagai Kepala Bidang Pendidikan Islam Kanwil Kemenag Prov. Papua.

Pelantikan tersebut dilaksanakan berdasarkan keputusan Menteri Agama, Nasaruddin Umar, terkait penataan dan penguatan organisasi di lingkungan Kemenag.

Wilhelmus Kolyaan yang sebelumnya menjabat Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asmat, dilantik sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asmat berdasarkan Keputusan Menteri Agama Nomor 007415/SJ/B.II/KP.07.6/02/2026.

Kakanwil pada kesempatan tersebut menegaskan bahwa jabatan yang dipercayakan kepada para pejabat yang dilantik merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, serta komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa proses pengangkatan dan pelantikan pejabat tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan melalui proses panjang yang mempertimbangkan rekam jejak, pengalaman kerja, serta kapasitas kepemimpinan.

“Pelantikan ini bukan karena faktor kedekatan ataupun latar belakang tertentu. Semua melalui proses yang melihat perjalanan karier dan kinerja saudara-saudara sekalian. Karena itu, kepercayaan ini harus dijaga dengan pengabdian yang sungguh-sungguh,” ujar Klemens.

Ia juga mengingatkan bahwa jabatan merupakan bentuk kepercayaan negara yang harus diimbangi dengan dedikasi tinggi dalam membangun unit kerja masing-masing.

Menurutnya, setelah pelantikan, para pejabat diminta segera kembali ke unit kerja untuk melakukan pemantapan internal serta melanjutkan program-program yang telah berjalan.

“Segera lakukan rapat koordinasi internal di unit kerja masing-masing. Program yang sudah berjalan dengan baik harus dilanjutkan. Namun jika ada kebiasaan atau pola kerja yang menghambat pelayanan, maka perlu dilakukan perubahan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Kakanwil juga mengingatkan bahwa seluruh program kerja di lingkungan Kemenag harus mengacu pada kebijakan penting kementerian, termasuk penguatan kerukunan umat beragama, pengembangan pendidikan keagamaan, serta implementasi konsep ekoteologi dalam kehidupan beragama.

Dalam arahannya itu, Kakanwil juga menekankan pentingnya koordinasi dan komunikasi internal dalam instansi. Menurutnya, seorang pemimpin harus mampu membina seluruh pegawai dengan pendekatan yang bijaksana.

“Dalam sebuah instansi pasti ada dinamika. Ada yang cepat menyesuaikan diri, ada pula yang perlu dibina. Tugas pemimpin adalah membina dan mengarahkan agar seluruh pegawai dapat bekerja secara maksimal,” ujarnya.

Ia bahkan memberikan waktu 6 bulan kepada para pejabat yang baru dilantik untuk menghadirkan inovasi dan perbaikan kinerja di unit kerja masing-masing.

“Saya memberikan waktu 6 bulan untuk melakukan inovasi di internal. Setelah itu akan dilakukan evaluasi terhadap capaian yang telah dilakukan,” tegasnya.

Kakanwil juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan dalam menjalankan tugas, termasuk menjaga komunikasi yang responsif terhadap berbagai kebutuhan pelayanan.

“Mulai hari ini, komunikasi dinas harus selalu aktif. Telepon dan pesan terkait pekerjaan harus segera direspons. Ini penting karena banyak informasi yang membutuhkan respon cepat,” katanya.**

Pos terkait