Laporan wartawan sorotnews.co.id : Agus Minardi.
MUNA, SULTRA – Komunitas Pemerhati Budaya Warisan Suku Muna (Kambawuna), kembali menghidupkan tradisi Nomoalono dalam wujud Haroa Bhalano sebagai upaya melestarikan kearifan budaya lokal. Kegiatan Haroa Bhalano oleh Kambawuna diadakan di Masjid Wuna.
Haroa adalah tradisi para leluhur dengan membuat sajian makanan dan doa bersama. Tradisi Nomoalono dilaksanakan pada hari ke-6 Idul Fitri (nomoalono Idul Fitri) dengan mengadakan haroa yang diyakini memiliki nilai spritual cukup kuat. Haroa Bhalano dalam rangka Nomoalono Idul Fitri 1447 H tahun ini dilaksanakan pada hari Jum’at 27 Maret 2026 bertempat di Masjid Wuna, sebagai upaya pelestarian budaya sekaligus mempererat jalinan tali silaturahmi.
Laporan Ketua Panitia Haroa Bhalano, yang juga Ketua Kambawuna yaitu Adi Munardi, S.Kom,S.E menyebutkan bahwa seluruh proses perencanaan sampai pelaksanaan kegiatan ini, digunakan anggaran sebesar Nol rupiah (Rp. 0,-).
“Pada penyelenggaraan perdana ini, anggaran yang dikelola pelaksana, Alhamdulillah sebesar Nol rupiah. Seluruh Tala Haroa adalah sumbangan dari peserta, termasuk sound sistem dan pendukung acara lainnya. Berkat antusias dari kita semua, bahkan kegiatan dengan anggaran Nol Rupiah pun bisa terlaksana dengan cukup meriah,” Jelas Adi M. Kuti.
Pria yang juga akrab disapa Pak Guru yang ini melanjutkan laporan panitia dengan mengurai makna dari tema kegiatan,
“Fitrah Dalam Jiwa, Silatirahmi Berjabat Raha. Haroa Bhalano Wujud Syukur Mieno Wuna. Bermakna kembalinya hati manusia kepada kesucian, ketulusan, dan ketenangan setelah sebulan berpuasa dengan tidak sekadar bersalaman, melainkan tindakan nyata mempererat persaudaraan, saling memaafkan, dan menyambung kasih sayang fisik serta spiritual antar sesama dalam balutan kegiatan Haroa Bhalano yang merupakan tradisi orang Muna,” ungkapnya.
“Harapan kami kepada kita semua, agar kegiatan Haroa Bhalano bisa terus dilaksanakan setiap tahunnya. Tekhusus kepada Pemda Muna dan Pemda Muna barat, agar kegiatan ini bisa dikuatkan menjadi program bersama hingga kegiatan Haroa Bhalano menjadi tujuan berkumpulnya Orang Muna bisa segera terwujud,” tutup Ketua Kambawuna.
Acara Haroa Bhalano di Masjid Muna dihadiri oleh Wakil Bupati Muna, Wakil Bupati Muna Barat, Forkopimda Muna/Mubar, pejabat Pemerintah Daerah yakni Wakil Bupati Muna dan Wakil Bupati Muna Barat bersama seluruh OPD, Kepala Sekolah, beberapa Keluarga Besar masyarakat Muna, kelompok pelajar/mahasiswa dan organisasi kemasyarakatan seperti MAKN, PMMI serta masyarakat Muna lainnya yang antusias melakukan doa bersama dan menikmati sajian makanan khas Muna. Dengan demikian, Kambawuna menunjukkan komitmennya dalam melestarikan kearifan budaya lokal dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya warisan budaya.**








