Laporan wartawan sorotnews.co.id : Sugeng Tri.
SURABAYA, JATIM — Tradisi Bersih Desa di Kelurahan Balas Klumprik, Kecamatan Wiyung, Kota Surabaya kembali digelar sebagai wujud pelestarian budaya Jawa sekaligus ungkapan rasa syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tradisi tahunan ini menjadi momentum penting bagi warga untuk memanjatkan doa atas limpahan rezeki, keselamatan, dan ketenteraman hidup.
Kegiatan Bersih Desa tahun ini berlangsung meriah dan penuh kekeluargaan, dengan dihadiri jajaran perangkat pemerintahan, antara lain Camat Wiyung, Lurah Balas Klumprik, perwakilan Kepolisian, Koramil, serta tokoh masyarakat setempat. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menambah semarak kegiatan yang sekaligus mempererat silaturahmi dan memperkuat nilai kebersamaan serta gotong royong warga.
Ketua RW 04 Balas Klumprik, Suwarno, menyampaikan bahwa kegiatan Sedekah Bumi atau Bersih Desa merupakan tradisi luhur yang masih terus dijaga oleh warga Surabaya, terutama di wilayah perkampungan. Menurutnya, kegiatan ini penting untuk terus dilestarikan dari generasi ke generasi.
“Sedekah Bumi ini termasuk pelestarian budaya yang sampai saat ini masih sering digelar di sejumlah perkampungan di Kota Surabaya dan harus dipertahankan. Alhamdulillah pada Minggu (23/11/2025), acara dapat terselenggara dengan baik dan aman,” ujar Suwarno kepada Sorotnews.co.id.
Salah satu yang menarik perhatian adalah partisipasi warga Klumprik RT 04 RW 02 yang setiap tahun selalu menjadi bagian penting dari perayaan ini. Mereka menampilkan berbagai pertunjukan seni, mulai dari tarian tradisional hingga patung ogoh-ogoh kreatif yang menjadi ciri khas komunitas tersebut.
Antusiasme warga terlihat dari tingginya partisipasi masyarakat di semua kelompok usia—bapak-bapak, ibu-ibu, anak-anak hingga Karang Taruna—yang ikut berkontribusi memeriahkan acara.
“Warga sangat antusias. Semua ikut terlibat dengan suka cita dalam kegiatan ini,” ungkap Suwarno selaku Ketua RT.
Sementara itu, Sahili, Ketua Karang Taruna setempat, menegaskan pentingnya menjaga keberlangsungan adat dan budaya lokal di tengah pesatnya kemajuan zaman.
“Kita harus menjaga adat istiadat dan seni budaya agar tetap hidup di tengah kemajuan zaman. Caranya adalah dengan terus menjalin silaturahmi dan menjaga semangat gotong royong,” ujarnya.
Tradisi Bersih Desa Balas Klumprik menjadi bukti bahwa nilai-nilai kearifan lokal masih melekat kuat di masyarakat dan terus menjadi perekat sosial yang memperkuat harmoni warga.**








