Laporan wartawan sorotnews.co.id : Toni.
PEKALONGAN, JATENG – Komitmen terhadap pelayanan publik yang inklusif dan manusiawi ditunjukkan oleh Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Pekalongan, Jawa Tengah, pada hari libur nasional, Senin (9/6/2025). Meski bertepatan dengan cuti bersama perayaan Iduladha, pelayanan kunjungan tetap dibuka dan dijalankan secara optimal, termasuk bagi penyandang disabilitas.
Salah satu momen menyentuh terjadi saat seorang pengunjung disabilitas tiba di Rutan untuk menjenguk anggota keluarganya yang sedang menjalani masa penahanan. Pengunjung tersebut mengalami kesulitan berjalan dan tidak dapat mengakses fasilitas umum tanpa bantuan.
Petugas layanan kunjungan Rutan Pekalongan dengan sigap memberikan pendampingan. Begitu pengunjung turun dari kendaraan, petugas langsung memapah dan membantunya menggunakan kursi roda yang telah disiapkan. Fasilitas kursi roda dan walking frame memang tersedia secara permanen di area pelayanan depan Rutan, lengkap dengan jalur khusus disabilitas menuju ruang kunjungan.
Pendampingan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pintu masuk hingga ruang kunjungan. Setelah sesi pertemuan selesai, petugas kembali mengantar pengunjung tersebut keluar dengan penuh empati dan kesantunan.
Kepala Rutan Kelas IIA Pekalongan, Nanang Adi Susanto, menegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat, terutama bagi kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, merupakan bentuk komitmen kemanusiaan yang harus dijalankan secara konsisten.
“Tidak ada hari libur untuk nilai-nilai kemanusiaan. Kami memastikan bahwa setiap pengunjung, tanpa terkecuali, mendapatkan pelayanan yang layak dan manusiawi. Bagi kami, pengunjung disabilitas justru menjadi prioritas utama untuk mendapatkan pendampingan penuh,” ujar Nanang kepada wartawan.
Ia juga menambahkan bahwa penyediaan fasilitas ramah disabilitas bukan hanya pemenuhan regulasi, tetapi bentuk nyata dari pelayanan publik yang inklusif dan berkeadilan sosial.
Langkah yang diambil Rutan Pekalongan ini mendapat apresiasi dari banyak pihak. Di tengah masih minimnya fasilitas ramah disabilitas di sejumlah institusi publik, pelayanan yang diberikan Rutan Pekalongan menjadi contoh baik tentang bagaimana negara hadir dengan wajah kemanusiaan.
Tidak hanya menyediakan sarana fisik, tetapi juga menanamkan nilai empati dalam perilaku pelayanan petugasnya.
Pelayanan seperti ini diharapkan dapat menjadi standar dan inspirasi bagi lembaga pemasyarakatan lainnya di Indonesia, bahwa kemanusiaan tidak mengenal hari libur dan pelayanan publik yang berkualitas harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat termasuk mereka yang paling rentan.**








