Laporan wartawan sorotnews.co.id : Asep Suebu.
TAMBRAUW, PBD – Peristiwa meninggalnya seorang pegawai honorer di Kabupaten Tambrauw, Papua Barat Daya, menggegerkan masyarakat setempat. Korban dilaporkan meninggal dunia di Kampung Banfot, Distrik Bamusbama, pada Minggu malam (8/3/2026). Hingga kini, kejadian tersebut masih menyisakan sejumlah tanda tanya.
Berdasarkan informasi yang beredar di tengah masyarakat, korban diduga berinisial DK, seorang pegawai honorer yang berasal dari Kabupaten Tambrauw. Namun demikian, identitas lengkap korban maupun kronologi pasti kejadian tersebut hingga saat ini belum dipastikan secara resmi oleh pihak kepolisian.
Sejumlah warga yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian mengaku sempat mendengar suara keras yang diduga sebagai suara tembakan sebelum peristiwa tersebut diketahui. Kabar mengenai suara tersebut dengan cepat menyebar melalui pesan berantai di media sosial dan aplikasi percakapan, sehingga memicu kepanikan di kalangan masyarakat.
Akibatnya, beberapa pengguna jalan yang hendak melintas menuju wilayah Tambrauw dilaporkan memilih memutar balik kendaraan mereka karena khawatir dengan situasi keamanan di sekitar lokasi kejadian.
Namun demikian, pihak kepolisian memberikan klarifikasi awal terkait kabar adanya suara tembakan yang beredar di tengah masyarakat. Berdasarkan keterangan sementara yang dihimpun di lapangan, suara keras yang terdengar kemungkinan bukan berasal dari tembakan, melainkan dari benturan kendaraan dengan drum pembatas jalan.
Diketahui, pada beberapa titik ruas jalan di wilayah tersebut terdapat drum yang dipasang sebagai pembatas atau penanda jalan. Dalam kejadian itu, dua anggota polisi yang berada di lokasi dilaporkan menabrak drum tersebut sehingga menimbulkan suara keras yang sempat disangka warga sebagai suara tembakan.
Kapolres Tambrauw, AKBP Praja Gandha Wiratama, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan pengecekan terhadap informasi yang beredar, termasuk terkait identitas korban serta kronologi kejadian yang sebenarnya.
“Masih kami cek,” ujar AKBP Praja Gandha Wiratama singkat.
Saat ini aparat kepolisian masih melakukan pengumpulan keterangan dari sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian, sekaligus melakukan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti meninggalnya korban.
Polisi juga tengah mendalami kemungkinan apakah korban meninggal dunia akibat tindakan kriminal oleh orang tak dikenal (OTK) atau terdapat faktor lain yang menyebabkan peristiwa tersebut.
Peristiwa ini menjadi perhatian masyarakat di wilayah Sorong Raya, khususnya Kabupaten Tambrauw, mengingat jalur menuju Distrik Bamusbama merupakan salah satu akses yang cukup sering dilalui warga untuk bepergian antar kampung maupun menuju pusat kabupaten.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum dipastikan kebenarannya, sembari menunggu hasil penyelidikan resmi dari aparat kepolisian.
Sementara itu, aparat keamanan juga telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi kejadian guna memastikan situasi tetap aman serta mengumpulkan bukti dan keterangan yang diperlukan.
Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian masih terus melakukan penyelidikan guna mengungkap secara jelas peristiwa yang menyebabkan meninggalnya korban yang diduga bernama Delano Kambu tersebut.**








